Beranda POLITIK Bawaslu Kembali Bertemu dengan OKP

Bawaslu Kembali Bertemu dengan OKP

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumbawa, kembali bertemu dengan OKP yang ada di Kabupaten Sumbawa, Senin (17/12). Dalam pertemuan untuk mensosialisasikan kader pengawas partisipatif pemilu tersebut, hadir sekitar 130 orang dari berbagai organisasi, seperti GP Ansor, PMII, HMI, GMNI, dan Pemuda Muhammadiyah.

Ketua Bawaslu kabupaten sumbawa, Syamsi Hidayat mengatakan, sengaja merangkul sejumlah OKP untuk membantu Bawaslu dalam memberi pemahaman kepada publik agar dapat meningkat pengawasan partisipatif.

“Kami membuka ruang yang sebesar besarnya, jika nantinya ada persoalan dalam pelaksanaan pemilu serentak untuk dapat melaporkannya. Kami diberi kewenangan untuk menyelesaikan sengketa pemilu, mari sahabat sekalian untuk berkomitmen melaksanakan pengawasan partisipatif ini agar pemilu dapat berjalan aman dan lancar,” katanya.

Berita Terkait:  Soal Aksi Mogok Kerja, Kamaluddin : Pemda Jangan Tutup Mata Terhadap Perawat Sukarela

Sosialisasi tersebut merupakan inisiatif Bawaslu Kabupaten Sumbawa untuk memaksimalkan peran dan fungsi pengawasan. Disamping itu, untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa selain Panwaslu masyarakat juga menjadi pemantau atau pengawas Pemilu.

Berdasarkan peraturan Bawaslu, masyarakat juga memiliki andil besar dalam menyukseskan Pemilu 2019, yakni organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, atau LSM bisa memantau Pemilu, Masyarakat Pesisir dan Mahasiswa dan Pelajar.

Komisioner Panwaslu Kabupaten sumbawa Syamsihidayat mengatakan, tujuan sosialisasi tersebut untuk memaksimalkan peran dan fungsi pengawasan dengan melibatkan pengawasan partisipatif OKP dan pemantau.

Berita Terkait:  Reses di KS-KSB, Hj Rahmah Akomodir Beragam Aspirasi

“Secara sederhana, mengajak seluruh lapisan masyarakat utamanya pemuda untuk menyaksikan dan memantau tahapan dan proses pelaksanaan Pemilu. Selain itu, juga menginformasikan atau melaporkan jika ada indikasi pelanggaran baik langsung kepada Panwaslu atau kepada Panwascam dan PPL,” ujarnya.

Dikatakan, kinerja Bawaslu tidak akan maksimal tanpa ada partisipasi dari masyarakat. Pihaknya tidak bisa dipungkiri bahwa Bawaslu juga punya keterbatasan. Dan secara umum tanggung jawab suksesnya pelaksanaan Pemilu bukan hanya penyelenggara dan pengawas, melainkan semua masyarakat.

Berita Terkait:  Postur Rancangan APBD NTB TA 2019

“Oleh karena itu sangat dibutuhkan peran pemantau khususnya para kaum muda. Sebab kaum muda adalah generasi yang potensial, faham dan mengerti UU dan aturan, maka dari itu kami sangat berharap sekali partisipasi para sahabat-sahabat baik extra maupun intra dalam tahapan dan proses pelaksanaan Pemilu 2019. Minimal memberikan informasi jika ada indikasi pelanggaran atau kecurangan,” tuturnya. (NM2)