Beranda PERISTIWA Sumbawa Siaga Darurat Kekeringan

Sumbawa Siaga Darurat Kekeringan

BERBAGI
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, A. Rahim. (Foto : Roby Teja)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sumbawa mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan sehingga mengakibatkan minimnya ketersediaan air bersih di daerah tersebut. Atas dasar tersebut, Bupati Sumbawa telah menandatangani SK Siaga Darurat Kekeringan.

“SK siaga darurat kekeringan itu kita ajukan mulai tanggal 3 Juli ke Bupati, kemarin SK itu sudah keluar hari Senin,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, A Rahim , Jum’at (19/07) lalu.

Dikatakannya, sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Sumbawa berpotensi mengalami kekeringan dan berakibat terhadap kurangnya air bersih di daerah tersebut. Diantaranya yaitu Kecamatan Unter Iwes, Labuhan Badas, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Moyo Utara, Lenangguar, Lopok, Lape, Plampang, Maronge, Labangka, Empang, Tarano, Alas Barat, Alas, Rhee, dan Kecamatan Utan.

Berita Terkait:  Seminggu Terombang Ambing di Tengah Laut, Seorang Nelayan asal NTT Ditemukan Selamat

“Kita sudah melakukan pendistribusian di dua kecamatan terdekat. Yakni Kecamatan Unter Iwes Dusun Uma Buntar, Desa Pelat, kemudian Kecamatan Labuhan Badas, di Desa Sampar Maras. Masing-masing satu tangki kapasitas 5000 Liter. Termasuk Simpang Tano Kecamatan Alas Barat, kita sudah distribusikan berkerjasama dengan pihak ketiga,” terangnya.

“Memang itu masih jauh dari cukup, karena ini masih kita tangani sesuai permintaan saja dulu, tetapi untuk ke depannya akan kita susun skedul setelah keluar anggaran baru bisa lebih tertip,” tambahnya.

Berita Terkait:  Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Dunia Tersangkut di Pohon Bakau

Selain menggunakan anggaran APBD Kabupaten, ungkapnya, untuk penanganan lebih lanjut pihaknya juga telah mengusulkan sebanyak tujuh juta liter untuk menangani 17 kecamatan.

“Untuk penanganan kekerigan kita bagi tiga zona, Zona Barat,Tengah, dan Timur. Untuk Zona Barat meliputi Rhee sampai Alas Barat, Zona Tengah meliputi Unter Iwes, Badas, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Moyo Utara dan Lenangguar, Zona Timur mulai dari Lopok, Lape, Plampang, Maronge, Labangka, Empang, Tarano,” pungkasnya. (NM3)