Beranda PERISTIWA Sisi Lain Dibalik Kedatangan Jokowi di Lombok

Sisi Lain Dibalik Kedatangan Jokowi di Lombok

BERBAGI
Nampak sejumlah massa saat menggelar aksi penolakkan atas kedatangan presiden di Lombok, khususnya di Kota Mataram, Jum'at (22/3) tadi.

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi serta rombongan tiba di Lombok sekitar pukul 10.05 Wita, Jum’at (22/3).

Jika sebagian masyarakat sangat antusias dengan kedatangan Bapak Negara di Pulau Lombok ini, disisi lain sejumlah mahasiswa menggelar aksi penolakkan atas kedatangan Jokowi.

Mereka adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM) Mataram berlangsung tepatnya di perempatan Alfamart Jalan Gajah Mada, Pagesangan Kota Mataram.

Aksi penolakan yang dipimpin Haden MPO tersebut sempat diwarnai kericuhan. Itu disebabkan, massa aksi menutup perempatan jalan Gajah Mada yang berada di depan Kampus Universiatas Muhammadiyah Mataram (UMM).

Pukul 11.30 Wita, aparat kepolisian yang berjaga di lokasi mengambil tindakan untuk membubarkan massa aksi. Namun, massa melakukan perlawanan. Alhasil, bentrokpun tak terhindarkan. Kendati demikian, berkat kesigapan pihak aparat situasi kondisi pun kembali normal.

Berita Terkait:  Hilang di Perairan Selat Lombok, Nelayan asal Ampenan Belum Ditemukan

Sebelumnya, Korlap Aksi, Haden MPO, dalam orasinya menyampaikan kekecewaannya terhadap Presiden Jokowi yang dituding sering melakukan kebohongan kepada masyarakat atas janji politiknya pada tahun 2014 silam.

“Jokowi gagal mensejahterakan rakyat, tolak kehadiran Jokowi di NTB,” teriaknya.

Seperti releas yang diterima media ini, ratusan massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain meminta kepada pemerintah agar memberikan transparansi jumlah alokasi anggaran terhadap korban gempa Lombok.

“Mendesak pemerintah untuk percepat proses rehab rekon terutama rumah warga yang menjadi korban gempa,” tambah Korlap 1 Hamsaturrahman.

Berita Terkait:  Letjen Joni Suprianto : 700 Personil TNI Dikerahkan Bantu KLU

Selanjutnya, mereka juga mendesak pemerintah agar mengeluarkan kebijakan khusus untuk petani jagung di NTB, yaitu terkait bibit dan harga paska panen.

Tak hanya itu, mereka juga mendesak pemerintah agar tidak menggunakan fasilitas negara dalam melakukan kampanye dan stop komersialisasi aset negara.

Terkait hal ini, Dr H Zulkieflimansyah selaku Gubernur NTB yang dimintai tanggapannya oleh media ini, menilai sangat tidaklah elok dengan adanya aksi tesebut.

Menurut Doktor Zul, kedatangan presiden selain memastikan semua tahapan proses rehab rekon dan penyaluran dana bantuan tersalurkan, juga dimaksudkan untuk bersilahturahmi bersama masyarakat NTB.

Terlebih, diketahui bahwa Jokowi juga menggelar acara silahturahmi bersama masyarakat untuk saling bertatap muka.

“Nggak bolehlah seperti itu (aksi penolakkan), toh juga kedatangan bapak presiden bersama rombongan dalam rangka kunjungan kerja sekaligus bersilahturahmi dengan masyarakat. Masa harus ditinggalkan (agenda kerja maupun rangkaian silahturahmi),” kata Gubernur.

Berita Terkait:  ASN Dilarang Gunakan Randis untuk Mudik

Orang nomor satu di NTB itu berharap, kesan baik harus tetap terjaga dan terpelihara. Terlebih NTB kata dia, sangat dikenal akan keramahannya dan paling paham bagaimana dan seperti apa dalam menerima maupun memperlakukan tamu yang datang.

“Kita harap, kebersamaan kesan baik harus terus dikedepankan dan dipelihara. Apalagi masyarakat NTB kan paling terkenal, dan paling paham betul bagaimana cara menyambut dan memperlakukan tamu. Apalagi dengan seorang kepala negara melakukan kunjungan kerja dan ingin bersilahturahmi dengan rakyatnya,” demikian Doktor Zul. (NM1)