Beranda PERISTIWA Petani di Lunyuk Cemas, Tanaman Jagung Diserang Ulat

Petani di Lunyuk Cemas, Tanaman Jagung Diserang Ulat

BERBAGI
Keterangan Foto : Tanaman jagung di Desa Emang Lestari Kecamatan Lunyuk yang terserang ulat.

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Derita petani jagung khusus yang ada di Kecamatan Lunyuk pada musim tanam pertama pada 2020 ini tak habis-habisnya. Selain kurangnya intensitas hujan, petani juga dihadapkan dengan banyaknya serangan ulat di tanaman jagung miliknya. Bahkan yang tragis sebahagian lokasi di lahan-lahan milik petani sudah ada jagung yang mati akibat kekurangan pasokan air.

Pernyataan tersebut disampaikan Kades Emang Lestari Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa Dani Murdani SP via telepon, menurutnya dengan adanya kondisi cuaca yang dengan intensitas hujan yang tidak menentu pada musim tanam pertama tahun ini, membuat sebagian petani jagung yang ada di wilayah desanya bisa dikatakan merugi.

Hal itu dibuktikannya dengan tanaman jagung milik petani yang sebagian besarnya mendapat serangan ulat, belum juga ditambah dengan sebahian lokasi tanaman jagung milik petani banyak yang sudah bisa terselamatkan, atas kejadian tersebut, pemerintah desa dalam hal ini selalu melakukan pemantauan dan komunikasi baik dengan pemerintah dusun, RT/RW termasuk pemerintah kecamatan yang lebih tinggi di Lunyuk.

Berita Terkait:  Satu PDP RSUD Kota Mataram Meninggal Dunia

“Komunikasi tetap kami lakukan dengan para pihak, termasuk dengan pak camat untuk bersama-sama mencari sebuah formulasi atau solusi, termasuk mengharapkan campur tangan Dinas Tekhnis, jika dalam dua minggu kedepan intensitas hujan rendah serta masih adanya serangan ulat, maka akan menambah kekhawatiran di tingkat petani, belum lagi ditambah dengan beban utang yang ada di Bank untuk membiayai operasional mereka,” ungkap Kades.

Sementara itu Camat Lunyuk Iwan Sofyan secara terpisah membenarkan kondisi tersebut, bahkan belum lama ini pihak pemerintah kecamatan sudah memanggil para pihak untuk membahas permasalahan tersebut dalam sebuah rapat yang digelar di kantor camat lunyuk termasuk dari pihak Dinas Pertanian.

Berita Terkait:  Rehab Rekon Terus Digeber, Progres Capai 53,78 Persen

Menurutnya, wajar ketika masyarakat panik, karna mereka sangat khawatir akan gagal panen ditambah serangan ulat, dan sebagai langkah awal yang sudah dilakukan di beberapa wilayah kecamatan lunyuk yakni, memberikan pestisida yang mantap yang dilakukan oleh pihak PPL dengan tim pestisidanya, demikian juga pihaknya sudah memberikan pengarahan kepada petani agar tidak diperkenankan melakukan penyemprotan dimalam hari, hal itu berimbas pada kesehatan petani sendiri.

“Kami sudah himbau untuk tidak melakukan penyemprotan dimalam hari, karena sudah ada petani yang masuk puskesmas akibat imbas dari penyemprotan malam hari, kemudian mengalakkan penyemprotan di sore hari dengan dosis tertentu, obat tertentu dengan bekerjasama dengan tim pestisida, serta mendorong pupuk lain seperti organik supaya resistensi ulat agak menurut,” kata Camat.

Berita Terkait:  Kapal KM Dharma 3 GT 4 Tenggelam di Perairan Sangiang Bima

“Bukan itu saja, pemerintah kecamatan juga akan berkonsultasi dengan pihak Bank, bagaimana solusi terbaik ketika patani mengalami gagal panen dan sebagainya, inilah bentuk kepedulian pemerintah ketika masyarakat mengalami musibah dengan memberikan respon cepat, penaggulangan cepat dan terarah,” tambah Iwan Sofyan. (red)