Beranda PERISTIWA Peringatan Isra’ Mi’raj Diharapkan Jadi Momen Introspeksi Diri

Peringatan Isra’ Mi’raj Diharapkan Jadi Momen Introspeksi Diri

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK TIMUR – “Jadikanlah momentum peringatan Isra’ dan Mi’raj ini mengintrospeksi diri untuk lebih baik, seperti tingkah laku, tutur kata, sholat hingga dalam bermasyarakat,” kata Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat perayaan Isra’ dan Mi’raj tepatnya di Masjid Agung AL-Mujahidin, Selong.

Saling mengingatkan pada kebaikan menurutnya sudah menjadi kewajiban bersama dalam mengoreksi pada hal – hal yang kurang. Sehingga dapat dilakukan perbaikan, termasuk dalam diri.

Hal ini dinilai sangat penting oleh orang nomor satu di Lombok Timur itu, karena sejatinya hal lurus maka dibarengi pula dengan kebaikan.

Berita Terkait:  549.011 Jiwa Terdampak Kekeringan, Ini Upaya BPBD NTB  

Kaitannya dengan tema pringatan Isra’ dan Mi’raj, Sukiman menjelaskan bahwa ada empat jenis manusia yang tidak diperkenankan memenum air telaga Nabi Muhammad SAW.

Pertama imam yang zalim, kedua Imam atau pemimpin yang mendukung kebijakan yang zalim, ketiga alim ulama yang diam dan tidak menegur pemimpin yang salah, dan yang keempat mereka yang mendukung dan hidup pada pemimpin yang zalim.

“Jadi untuk itulah pentingnya saling mengingatkan pada kebaikan,” demikian dikatakan Sukiman Azmy pada acara yang mengangkat tema “Melalui Sholat Berjama’ah Kita Belajar Menjadi Ma’mum yang Baik”.

Berita Terkait:  Berkontrak, 6 Paket DAK Jalan di Sumbawa Segera Dikerjakan

Dikesempatan yang sama, TGH Solah Sukarnawadi juga menyampaikan beberapa hal penting dalam uraian hikmah Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Yakni kata dia, pentingnya bersilahturohim, beri’tikaf dalam mengenang peringatan isra dan mi’raj baginda besar Nabi Muhammad.

Sebab, pada peristiwa itu banyak hal yang mengandung hikmah dan pembelajaran untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pristiwa Isro’ dan Mi’roj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW.  dari Masjidil Haram ke masjidil Aqso . Selanjunya perjalanan dari Masjidil Aqso ke sidratul muntaha, dan dari sidratul muntaha ke Allah SWT untuk menerima perintah sholat tanpa didampingi malaikat jibril,” ucapnya.

Berita Terkait:  Pasca OTT, Pelayanan Imigrasi Mataram Berjalan Normal

“Lima perintah rukun islam disyariatkan oleh Allah SWT melalui perintah malaikat Jibril kecuali sholat. Sehingga hikmah sholat yang kita lakukan agar kita sama-sama sadar, bahwa kita sedang berkomunikasi langsung dengan Allah SWT yang didalamnya terkandung makna kata silaturrahmi,” demikian ia menambahkan.

Untuk diketahui, pada acara ini juga dihadiri Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa/ Lurah,  Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Jamaah Masjid Agung Al-Mujahidin. (NM6)