Beranda PERISTIWA Perayaan Lebaran Topat di KLU Meriah, Bupati : Adat Masyarakat Lombok Utara...

Perayaan Lebaran Topat di KLU Meriah, Bupati : Adat Masyarakat Lombok Utara Adalah Adat yang Bersendi Syari’at

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK UTARA — Tepat satu minggu usai hari raya idul fitri, kini tiba waktunya ummat muslim, khususnya di Lombok merayakan Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat, Rabu (13/6).

Di Kabupaten Lombok Utara, perayaan Lebaran Topat berlangsung di Pantai Sira, Kecamatan Tanjung. Nampak suasana begitu meriah dan hangat.

Turut hadir dikesempatan ini, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, Wakil Bupati KLU Sarifudin, Sekda KLU H. Suardi, Ketua GOW Lombok Utara Nani Triana Cahyani.

Tak ketinggalan juga, Para Asisten, Kepala OPD Lingkup Pemkab Lombok Utara, Forkompimda, Camat se-KLU, Kontingen Lomba Dulang Pesajiq dan para tamu undangan dari pelaku wisata di daerah setempat.

Berita Terkait:  Keberadaan PLTMG Badas Tak Menjamin Listrik Tak Padam

Perayaan Lebaran Topat pada tahun ini berlangsung meriah, pasalnya semua elemen masyarakat Lombok Utara turut berpartisipasi dalam gawe yang diadakan Pemda KLU tersebut.

Dengan membawa “Dulang Pesajiq” disertai iringan musik tradisional, arak-arakan dari kontingen tiap kecamatan menampilkan suguhan yang unik dan berbeda-beda.

Sehingga tak heran, suasanapun jadi begitu menarik perhatian masyarakat yang hadir dalam kesempatan itu.

Dalam sambutan Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, mengungkapkan bahwa Lebaran Topat merupakan suatu tradisi yang sangat baik.

Berita Terkait:  Semakin Mantap, 3 SKK Yonzipur TNI Tiba di NTB

Karena adat di Lombok Utara bersendi pada syari’at dimana nilai-nilai dan filosofi yang terkandung pada perayaan Lebaran Topat tersebut bersumber dari agama.

“Adat masyarakat Lombok Utara adalah adat yang bersendi syari’at, yaitu apapun yang kita lakukan untuk kemaslahatan masyarakat kita atau apapun piranti-piranti adat yang ada, apabila kita telusuri kebelakang, maka semuanya itu bersumber dari pada ajaran agama, terutama pada nilai-nilai dan filosofi-filosofinya,” kata Bupati.

Najmul Akhyar juga menjelaskan bahwa Lebaran Topat adalah merupakan bentuk kesyukuran dan kegembiraan warga masyarakat.

Berita Terkait:  Sebanyak 4.297 RTG Diserahkan

Sebab kata dia, dahulu banyak warga muslim yang berpuasa selama enam hari di bulan Syawal.

Sehingga dihari ketujuh mereka merayakannya dengan lebaran beriq/lebaran kecil yaitu “Lebaran Topat”.

Diakhir sambutannya, orang nomor satu di Lombok Utara tersebut secara resmi membuka acara perayaan Lebaran Topat.

Pembukaan perayaan itu, secara simbolis ditandai dengan pembedahan ketupat raksasa yang didampingi oleh Wakil Bupati KLU. (NM2/*)