Beranda PERISTIWA Pasca Pemilu 2019, KPU NTB : 25 Orang Jatuh Sakit, 3 Meninggal...

Pasca Pemilu 2019, KPU NTB : 25 Orang Jatuh Sakit, 3 Meninggal Dunia

BERBAGI
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Suhardi Soud. (Foto Desain : Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang dilakukan secara serentak sepertinya membuat petugas penyelenggara cukup kewalahan dan porsir.

Nyatanya pasca proses pemungutan dan perhitungan surat suara, terdata puluhan PPK dan PPS di berbagai Kabupaten/Kota NTB jatuh sakit dan tiga orang meninggal dunia.

Menurut informasi yang diterima media ini, adapun petugas penyelenggara yang sakit berada di PPK dan PPS Kabupaten Dompu sebanyak 4 orang, petugas PPK dan PPS Kabupaten Lombok Tengah 2 orang, Ketua PPK Pemenang, Ketua PPK Maronge, Sumbawa.

Selanjutnya, Ketua PPS Desa Sime, Kecamatan Maronge, Sumbawa, anggota PPK manggalewa, Dompu, anggota PPS Monggas, anggota KPPS Desa Senulung, Batu Kliang, Ketua KPPS, Desa Mantar, anggota KPPS, TPS 4, Desa Mantang, Ketua KPPS TPS 10, Desa Cenggu, Kec. Belo, Bima.

Berita Terkait:  Nanang Sigit PH Pimpin Kantor SAR Mataram

Kemudian Ketua PPS Desa Bala, Kec. Wera, Bima, anggota PPS Desa Bala, Kec. Wera, Bima, Ketua PPS Kel. Melayu, Kec. Asakota, Kota Bima anggta PPK Sakra Timur, Kec. Sakra, Kab. Lotim, Ketua PPS Kel. Nitu dan Kel. Panaraga, Kota Bima, dua anggota PPS dan Ketua PPK, Maronge, Sumbawa, anggota PPS Kec. Monta, Kab. Bima dan Ketua PPS Kalampa, Kec. Woha, Kab. Bima.

Selain itu ada juga anggota PPS perempuan di Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik yang dikabarkan tengah hamil 5 bulan mengalami keguguran.

Berita Terkait:  Dandim Sumbawa Apresiasi Opsgab Pekat

Sedangkan untuk pertuga penyelenggara yang diinformasikan meninggal dunia yaitu, Sumarni yang merupakan KPPS di TPS 11, Desa Saneo, Dompu. Kemudian  Sanapiah KPPS 6, Desa Jotang, Kecamatan Empang, Sumbawa dan Jupri anggota PPS di TPS 4, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara.

Ketua KPU NTB, Suhardi Soud yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kabar duka tersebut. Dikatakan, berdasarkan informasi yang diterima oleh pihaknya, terdapat 25 petugas penyelengara Pemilu tingkat PPK dan PPS yang jatuh sakit. Ada juga tiga orang meninggal dunia.

Berita Terkait:  Kapolda, Danrem, Kepala BNN dan Gubernur NTB Patroli Bersama

“Berdasarkan informasi yang kami terima, 25 anggota PPK dan PPS sakit, dan tiga orang meninggal dunia.  Dalam hal ini kami turut berbelasungkawa terhadap anggota yang meninggal dunia. Bagi yang sakit semoga lekas sembuh. Mereka adalah pahlawan demokrasi,” ujarnya, Selasa (23/4).

Terhadap adanya kejadian ini, Suhardi mengharapkan agar para petugas penyelenggara dapat menjaga kondisi kesehatan. Pasalnya lima jenis surat suara yang ada pada Pemilu kali ini sangat menguras tenaga dan fikiran ketika melakukan proses pemungutan dan perhitungan surat suara. (NM3)