Beranda PERISTIWA Moratorium TKI ke Arab Saudi Dicabut

Moratorium TKI ke Arab Saudi Dicabut

BERBAGI
Kepala Dinas Ketenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, Dr. H. M. Ikhsan Safitri. (Foto : Roby)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Sejak beberapa tahun lalu Kementerian Tenaga Kerja RI memutuskan untuk memoratoriumkan penempatan PMI (Pekerja Migran Indonesia) atau TKI ke Luar Negeri, khususnya 19 Negara di wilayah Timur tengah. Di tahun 2019, salah satu negara dimaksud yaitu Arab Saudi, moratorium yang diberlakukan telah dicabut.

Kepala Dinas Ketenagakerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, Dr. H. M. Ikhsan Safitri mengatakan, sebelumnya ada 19 negara di Timur Tengah yang dimoratorium berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 260 tahun 2015. Namun pihak Kementerian kembali mengeluarkan aturan terbaru Nomor 291 tahun 2018 tentang pedoman pelaksanaan penempatan dan perlindungan PMI  di Kerajaan Arab Saudi melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK).

Berita Terkait:  Kecelakaan Kerja di Tambang AMNT, Seorang Karyawan Meninggal Dunia

“Jadi sudah ada  MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi khusus untuk Arab Saudi dibuka. 18 negara lain itu masih ditutup. Jadi moratorium itu sendiri masih berlaku. Tetapi boleh dkatakan pengecualian untuk Arab Saudi itu sudah dibuka.  Itu yang disebut dengan SPSK,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (20/8).

Diterangkannya, dicabutnya moratorium penempatan Arab Saudi ini karena memang sudah dilakukannya perbaikan ataupun proteksi oleh Pemerintah yang bersangkutan. Meskipun demikian, calon PMI yang nantinya diberangkatkan juga akan dibatasi melalui seleksi langsung Pemerintah Pusat.

Berita Terkait:  Enam Hari Pencarian, Warga Sekongkang Ditemukan Meninggal Dunia

“Sebetulnya moratorium itu sendiri, masih berlaku terhadap 19 negara  Timur Tengah. Dalam perkembangannya ada perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi terkait dengan regulasi untuk perlidungan terhadap PMI kita. Maka kemudian pemerintah mengkaji membuat  regulasi, sudah bisa dibuka husus saudi,” jelasnya.

Selain pembatasan PMI, Pemerintah juga sudah menentukan 58 Perusahaan Penempatan pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang diperbolehkan memberangkatkan TKI ke Arab Saudi. (NM3)