Beranda PERISTIWA Momen Idul Adha Diharapkan Jadi Pendongkrak Semangat Kebersamaan

Momen Idul Adha Diharapkan Jadi Pendongkrak Semangat Kebersamaan

BERBAGI
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik. (Foto Desain : Bobby Maramis)

“DORONG PERCEPATAN PEMULIHAN PASCA GEMPA NTB”

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK TIMUR – Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga kini perlahan terus bangkit pasca dilanda gempa bumi pada 2018 lalu.

Betapa tidak dalam peristiwa lalu, akibat guncangan hebat gempa bumi tak hanya menelan korban jiwa, namun juga sejumlah bangunan habis terporak porandakan.

Berangkat dari peristiwa itu, NTB saat ini terus berbenah melakukan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa.

Dicegat media ini, Kepala Pelaksana BPBD NTB, H Ahsanul Khalik mengungkapkan bahwa pihaknya terus terfokus melakukan percepatan rehab rekon.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen di momentum Idul Adha ini untuk bersatu padu dengan bermodalkan semangat kebersamaan membangun NTB untuk bangkit lebih baik.

Berita Terkait:  Puluhan Wisawatan Terkena Longsor di KLU, Dua Meninggal Dunia 

Menurutnya, semangat kebersamaan merupakan modal utama yang harus dimiliki. Dimana kemudian dapat menjadi pendorong melakukan proses percepatan rehab rekon di NTB.

“Semangat kebersamaan adalah yang utama untuk bangkit dan lebih baik (pascagempa),” ujarnya usai melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid Nurul Yakin, Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Ahad (11/8).

“Mari kita jadikan momentum idul adha ini sebagai pendongkrak terciptanya semangat kebersamaan dalam memulihkan daerah yang kita cintai ini bersama-sama,” ajak pria yang akrab disapa Bang Aka ini.

Untuk diketahui, sebelumnya dikesempatan itu mantan Kepala Dinas Sosial NTB itu juga mengisahkan tentang Nabi Ibrahim dan Ismail adalah sutu bentuk ujian bagi ummat islam dalam konteks bencana gempa NTB.

Berita Terkait:  Jajaran Polres Sumbawa Gelar Upacara HUT Bhayangkara ke-73

Menurut dia, bencana gempa yang dihadapi saat ini adalah proses ujian dari Allah SWT kepada masyarakat NTB, baik yang secara langsung terdampak dengan hilangnya keluarga dan rusaknya harta benda.

Sedangkan secara tidak langsung terdampak merupakan ujian bagi masyarakat NTB untuk memaknai Qurban terkait bencana ini adalah bagaimana bersama memiliki rasa prihatin.

Sehingga kemudian dapat saling bahu-membahu membantu warga terdampak lainnya dalam pondasi kebersamaan dan kemudian mendekat diri untuk mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah SWT.

Ia juga berharap dengan adanya semangat kebersamaan ini menjadi pendorong untuk melakukan percepatan  pemulihan, sehingga semua terlibat dan bekerja dengan penuh keihklasan sebagaimana ikhlasnya Ibrahim dan Ismail menjalankan perintah Allah.

Berita Terkait:  ASN Dilarang Gunakan Randis untuk Mudik

“Bukankah siapapun juga yang memiliki amanah dalam proses percepatan pemulihan juga pada dasarnya menjalankan amanah yang diperintahkan Allah dari tugas dan fungsi yang dia emban, maka kemudian tidak ada yang berlama-lama, tidak ada yang melakukan penyalahgunaan kewenangan apa lagi sampai hanya mengejar keuntungan pribadi diatas penderitaan saudara-saudara kita yang menjadi korban,” tuturnya.

“Untuk itu, sekali lagi kami mengajak semua pihak dengan momentum Idul Adha ini dapat menjadi salah satu bagian dari pada kita juga bisa mengorbankan tenaga, waktu, fikiran bahkan harta benda kita untuk kepentingan pemulihan bagi korban gempa,” demikian H Ahsanul Khalik. (NM6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here