Beranda PERISTIWA LLH Sumbawa Nilai AMNT Tak Kedepankan Saftey

LLH Sumbawa Nilai AMNT Tak Kedepankan Saftey

BERBAGI
Ilustrasi. Sumber Foto : Google

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA – Tak sedikit pihak yang menyatakan keprihatinan atas terjadinya kecelakaan tambang di wilayah proyek Batu Hijau, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT), Sumbawa Barat (KSB) beberapa waktu lalu.

Pasalnya, dalam kejadian na’as tersebut salah seorang karyawan harus meninggal dunia.

Diketahui dalam kecelakaan yang terjadi di area MWM Laydon itu, bernama Agustiman (49) beralamatkan Jln Taman Sejahtera XII, No. 3 RT 03 / RW 20 Kelurahan Pejeruk, Ampenan, Kota Mataram.

Sebelumnya Ketua Fraksi PAN DPRD KSB. Kini giliran Ketua Lembaga Lingkar Hijau (LLH) Sumbawa, Guntur Saputra bersuara.

Ia mengaku prihatin dengan insiden tersebut di area pertambangan Batu Hijau, AMNT. Dia menilai perusahaan yang baru saja membeli kepemilikan saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT. NNT) itu tidak mengedepankan safety (keamanan/keselamatan).

Berita Terkait:  Rp 740 Juta untuk Lombok Timur

Adapun yang dikhawatirkan Guntur, yakni hal serupa terjadi menimpa para karyawan lainnya, terutama di wilayah tambang Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa.

Terlebih, ia melihat kebijakan yang diterapkan oleh pihak AMNT baru-baru ini bahwa buruh menggunakan alat transportasi pribadi roda dua (2) dari Sumbawa menuju lokasi.

“Saya menilai perusahaan AMNT tidak safety dalam kebijakan-kebijakan yang di lakukan, ketakutan saya hal ini akan terjadi dengan buruh kita yang ada di Elang Dodo. Sebab kebijakan yang di terapkan baru-baru ini oleh pihak AMNT bahwasanya buruh menggunakan alat transportasi pribadi roda dua dari Sumbawa menuju lokasi penambangan blok elang Dodo,” tuturnya, Sabtu (30/3).

Baginya ini adalah persoalah besar bagi para buruh AMNT. Mengingat tidak ada yang menjamin keselamatan mereka.

Berita Terkait:  Warga Empang dan Pelampang Meninggal Didalam Lubang Emas

Guntur mengaku adapun hal lain yang khawatirkannya, yaitu tidak menutup kemungkinan ketika tingkat safety perusahaan yang di implementasikan tersebut di Sumbawa akan ada Agustiman lainnya.

“Oleh karena itu, saya minta kepada pihak AMNT untuk segera menghapus kebijakan yang mempersulit buruhnya. Karena, ketika perusahaan tambang mengabaikan keselamatan tenaga kerjan dapat di berikan sanksi administratif sesuai diatur dalam peraturan menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 38 Tahun 2014,” tegasnya.

“Dan saya menilai pihak perusahaan telah mengabaikan keselamatan buruhnya. Kami dari keluarga besar Lembaga Lingkar Hijau Sumbawa dan para aktivis samawa mengucapkan belasungkawa kepada keluarga saudara kami Agustiman atas insiden yang menimpanya,” demikian Guntur Saputra.

Berita Terkait:  Tertangkap di Lokasi Penampungan, Puluhan Calon PMI Non Prosedural asal NTB Dipulangkan

Untuk diketahui, sebelumnya Anita Avianty, Head of Corporate Communications Manager PT. AMNT menyampaikan, bahwa pihaknya turut berbelasungkawa atas kejadian tersebut.

“Atas nama keluarga besar perusahaan (PT AMNT), menyampaikan duka cita yang mendalam atas kecelakaan kerja yang menimpa salah seorang karyawan PT Mac Mahon Indonesia yang merupakan aliansi PT AMNT,” tuturnya.

“Perhatian dan doa kami bersama dengan keluarga yang ditinggalkan,” ucapnya lagi.

Anita mengaku, PT AMNT telah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dan saat ini, perusahaan melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan.

PT AMNT berkomitmen untuk terus melaksanakan dan meningkatkan standar keselamatan kerja yang tertinggi bagi para pekerja di areal tambang yang dikelola PT AMNT. (NM1)