Beranda PERISTIWA Hama Grayak Serang Ratusan Hektar Lahan Jagung di Sumbawa

Hama Grayak Serang Ratusan Hektar Lahan Jagung di Sumbawa

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Hama ulat grayak nampaknya mulai menyerang lahan petani di Kabupaten Sumbawa. Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa menyebutkan, ada sekitar 400 hektar lahan petani diserang ulat grayak dengan intensitas sedang.

Hal itu diungkapkan Kabid Pangan Dinas Pertanian Sumbawa, Syam, SP kepada wartawan Kamis (30/1). Terhadap serangan hama ulat grayak tersebut, pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai upaya, seperti mencanangkan gerakan pengendalian ulat grayak secara masal yang dilaksanakan di kelompok Tani Gempar di Desa Penyaring di Kecamatan Moyo Utara.

Berita Terkait:  Akibat Gempa Beruntun, BPBD NTB : 525 Rumah Rusak, 156 Orang Luka-Luka dan Tiga Meninggal Dunia

Kegiatan itu dihadiri seluruh petani di Desa Penyaring, PPL, UPT diseluruh Kabupaten, Koramil Moyo Utara dan Koramil Sumbawa, termasuk tim BPOPH (Badan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman Provinsi) dan tim dari Perlindungan Tanaman Pangan Jakarta.

“Disana diadakan bimbingan teknis oleh tim Perlindungan, dimana dalam rangka pengendalian perlu langkah-langkah yang dianjurkan,” ujarnya

Dijelaskannya, dalam pengendalian dikenal 6 prinsip, seperti tepat jenis memilih pestisida karena yang menyerang tanaman adalah hama itu harus menggunakan pestisida jenis insektisida, tepat volume semprot, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat aplikasinya.

Berita Terkait:  Lomba Perahu Dayung Meriahkan HUT Lombok Barat

“Jika sudah tidak bisa menggunakan cara biologis dan fisik. Baru pengendalian secara kimia menggunakan pestisida,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga akan dilakukan secara massal ke seluruh Kecamatan.

“Karena ini namanya wabah dan iklim mendukung, serangan ini kadang terjadi satu malam. Hama ini khusus pada tanaman jagung dengan intensitasnya masih sedang. Insya Allah kalau bisa tertangani dengan baik, kira-kira tidak sampai 10 persen kerusakan. Tapi kalau sudah terserang dengan berat, jagung akan mati. Untuk pemantauannya kami terjun langsung ke lokasi,” pungkasnya. (red) 

Berita Terkait:  Sebanyak 35.417 RTG Tuntas