Beranda PERISTIWA Dua Kapal Hilang Kontak, RB 220 Mataram Bergerak Cepat Lakukan Pencarian

Dua Kapal Hilang Kontak, RB 220 Mataram Bergerak Cepat Lakukan Pencarian

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Sabtu (22/02), Kapal RB (Rescue Boat) 220 Mataram melakukan olah gerak dari pelabuhan Lembar menuju perairan Flores. Ini dilakukan guna membantu SAR Makasar dalam mencari dua kapal yang hilang kontak.

“Hari ini (kemarin) kami menerjunkan personil untuk membantu Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar dan Surabaya dalam melakukan pencarian terhadap dua kapal yang hilang kontak, dimulai dari perairan utara Bali hingga utara perairan Nusa Tenggara Barat (NTB),” kata Nanang Sigit selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram.

Dengan mengerahkan Kapal Rescue Boat 220 Mataram lanjutnya, pencarian dilakukan di perairan Flores hingga pelabuhan Bima (utara perairan NTB-Red), dimana lokasi tersebut merupakan area pencariannya.

Kapal KN SAR Arjuna milik Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang berada di pelabuhan Sapeken juga bergerak melakukan pencarian di perairan pulau Kangean bagian selatan (utara Bali-Red).

“Area pencarian kapal Rescue Boat 220 Mataram dan KN SAR Arjuna ditentukan berdasarkan SAR MAP hari kelima yang diberikan oleh Basarnas dan area tersebut sudah mencakup lokasi hilangnya kedua kapal tersebut. Selama pencarian dari kemarin malam hingga saat ini, kami terus melakukan koordinasi dengan VTS Lembar, SROP, KSOP dan pihak/unsur terkait lainnya,” tambahnya.

Hingga pukul 21.15 wita kapal RB 220 Mataram masih berada di perairan utara pulau Sumbawa. Pencarian telah dilakukan sebelah barat dan utara perairan NTB serta sekitar perairan sebelah selatan pulau Kangean yang dilakukan oleh KN SAR Arjuna dengan hasil sementara masih nihil. RB 220 Mataram masih melanjutkan perjalannya menuju pelabuhan Bima.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar melaporkan bahwa sebuah kapal/perahu dengan nama KLM Beringin Jaya berangkat dari Pulau Sanani, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep pada hari senin (17/02) sekitar pukul 10.00 wita menuju pelabuhan Bima.

Dalam perjalanannnya, perahu dengan POB 5 orang tersebut yang biasanya menempuh waktu dalam sehari dengan jarak 110 NM hilang kontak dan belum tiba di tujuan hingga sekarang. Untuk diketahui data korban atas nama Jumehan (30), Rudi (15) dan Rani (17) asal Sanani, Ahmad (17) asal Bantaeng dan Umbu (16) asal Bima.

Sementara Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya juga melaporkan bahwa sebuah kapal dengan nama KM Surgamu, POB 9 orang atas nama Jamik (Nahkoda), 3 ABK (Firman, Sulemen, Rijau) dan 5 penumpang (Hauwa, Ita, Dinging, Sailan, Sukdin) mengalami hal yang sama dengan KLM Beringin Jaya.
Bertolak dari Pulau Sapuka, Kabupaten Pangkep menuju Pelabuhan Tanjung Kiaok Pulau Sapeken Sumenep Jawa Timur pada selasa (18/02) setelah para penumpangnya menghadiri acara pernikahan. (red)