Beranda PERISTIWA DLH Pantau Aktifitas Tambak di Penyaring

DLH Pantau Aktifitas Tambak di Penyaring

BERBAGI
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Abdul Haris S.Sos.

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa terus melakukan pemantauan terhadap salah satu tambak di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara. Sebelumnya aktifitas tambak setempat diberhentikan sementara karena tersangkut persoalan pembuangan limbah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Abdul Haris, S.Sos mengakui pihaknya sudah turun melakukan pemantauan ke lokasi tambak untuk mengecek aktifitasnya. Termasuk melihat perkembangan dari surat yang telah disampaikan sebelumnya. Karena untuk melanjutkan aktifitas, pengusaha tambak harus melakukan pembenahan terlebih dahulu.

Berita Terkait:  Siswa Hilang di Sungai Brang Beh, Ditemukan Meninggal Dunia

“Saya sudah perintahkan tim untuk turun mengecek ke lokasi tambak. Hasil pengecekan mereka belum melakukan aktifitas kembali. Mungkin mereka memperhatikan apa yang kita minta sebelumnya. Karena untuk beraktifitas mereka harus melakukan pembenahan terlebih dahulu,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/7).

Dijelaskannya, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan terhadap aktifitas tambak setemat. Termasuk akan berkomunikasi dengan pemilik untuk menyampaikan laporan tindaklanjut sebagai bahan evaluasi. Mengingat sebelumnya sudah pernah diberikan teguran akibat melakukan pembuangan air limbah langsung ke laut tanpa melalui proses.

Berita Terkait:  Kasus OTT Kadispar Lobar, Ahkam : "Kita Harus Proporsional"

“Sekarang ini mungkin kita tetap akan melakukan pemantauan di lapangan. Dan nanti kami juga berkomunikasi dengan pemiliknya. Mereka kita minta untuk menyampaikan laporan tindaklanjutnya kepada kita. Dari itu akan kita evaluasi,” terangnya.

Pihaknya menekankan, bagi semua usaha tambak yang mendapat izin lingkungan agar dapat mengimplementasikan  sesuai dengan izin yang dikantongi.  Jika tidak melakukan sesuai izin yang ada, maka aktifitasnya bisa dihentikan sementara.

“Ini berlaku untuk semua. Semua tambak yang sudah terbit izin lingkungan, kami minta melakukan pengelolaan lingkungan. Termasuk pengelolaan limbahnya. Pemantauan lingkungan harus tetap dilakukan. Tidak menutup kemungkinan tambak lain yang tidak melakukan itu bisa kita hentikan kegiatannya,” pungkasnya. (NM3)

Berita Terkait:  Ribuan Jiwa Terdampak Banjir di Sumbawa