Beranda PERISTIWA Danrem 162/WB : Jangan Mengambil Keuntungan dari Proses Rehab Rekon!

Danrem 162/WB : Jangan Mengambil Keuntungan dari Proses Rehab Rekon!

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOM TENGAH — Fasilitator, aplikator termasuk pokmas diingatkan agar serius dalam melaksanakan rehab rekon terutama dalam pembangunan rumah tahan gempa (RTG) bagi warga korban gempa.

Tak hanya itu, mereka juga diminta jangan sampai ada pemikiran untuk memanfaatkan atau melakukan tindakan-tindakan yang bakal merugikan korban gempa maupun pemerintah.

Karena, apabila ditemukan adanya tindakan-tindakan itu maka akan diberikan sanksi tegas. Hal itu ditekankan Komandan Korem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani karena sudah ada beberapa oknum nakal ditangani pihak kepolisian untuk ditindak.

Berita Terkait:  Diminta Tak Berlebihan, Doktor Zul : Jangankan Gempa, Kiamat Saja Sudah ada yang Pernah Memprediksikan

Dengan demikian hal itu diharapkan tidak terulang kembali. Terlebih memanfaatkan kesempatan untuk mengambil keuntungan dari warga masyarakat yang dilanda musibah.

“Jika ada yang main-main dan mengambil keuntungan dari proses rehab rekon ini, maka akan diberikan tindakan keras dengan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya saat memantau proses pendebetan dan pencairan bantuan stimulan oleh Bank Mandiri di BPBD Lombok Tengah, Selasa (28/1).

Dikatakan Danrem, bantuan dana stimulan dari pemerintah harus sudah terserap oleh masyarakat terdampak gempa dalam bentuk rekening Pokmas sampai tanggal 31 Maret 2020. Sehingga tidak menghambat proses percepatan rehab rekon.

Berita Terkait:  Sikapi Masalah Kekeringan, DPRD Sumbawa Segera Undang Dinas Terkait

Menurut dia, pembuatan rumah tahan gempa (RTG) membutuhkan proses yang lumayan berat, mulai dari proses verifikasi, penetapan SK, proses pencairan dana hingga mencari tukang bangunan.

“Untuk mencapai target pembangunan 100 persen dengan batas waktu hingga tanggal 31 Maret 2020 membutuhkan tukang yang banyak, sehingga harus dilakukan pengecekan dan pengawasan,” ujarnya.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga menyampaikan jumlah warga terdampak gempa di Kabupaten Lombok Tengah pada tahap ini sebanyak 655 dari jumlah keseluruhan 10.089 KK.

Berita Terkait:  Gubernur NTB Ajak Lestarikan Lingkungan

“Sisanya yang 655 KK ini harus segera dibangun setelah menerima dana, dan jangan digunakan untuk kepentingan yang lain,” demikian harap Ahmad Rizal Ramdhani. (red)