Beranda PERISTIWA Dampingi Pembangunan Pasar Seketeng, TP4D Kedepankan SOP

Dampingi Pembangunan Pasar Seketeng, TP4D Kedepankan SOP

BERBAGI
Pihak kepolisian (Polres Sumbawa) kini mulai melakukan tahap penyelidikan di TKP (Pasar Seketeng). Hal itu dilakukan, untuk mencari penyebab terjadinya kebakaran belum lama ini.

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Meminimalisir terjadinya penyimpangan dalam pembangunan pasar seketeng, Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Sumbawa berkomitmen melakukan pendampingan. Meskipun demikian, Standar Operasional Prosedur (SOP), tetap dikedepankan.

Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan, S.H., M.Hum kepada wartawan mengatakan, atas dasar permintaan pihaknya akan melakukan pengawalan dan pengamanan (walpam) terhadap pembangunan pasar seketeng. Yakni melalui TP4D plus yang terdiri dari unsur Kepolisian, Kejaksaan dan Inspektorat Pemkab Sumbawa .

“Dalam konteks walpam secara normatif, kami akan melakukan pengawalan dan pengamanan. Jadi di Sumbawa ini ada tim pengawasan secara konfrehensif. Kita punya TP4D plus, Pak Bupati sudah memberikan satu keputusan pembentukan. Kami tidak sendiri, ada Inspektorat dan kepolisian. Dimana kalau kita melakukan suatu tindakan atau kegiatan, kita akan berdiskusi terlebih dahulu,” ujarnya.

Berita Terkait:  Letjen Joni Suprianto : 700 Personil TNI Dikerahkan Bantu KLU

Disampaikannya, dalam melakukan pendampingan pembangunan Pasar Seketeng ini pihaknya tetap sesuai dengan SOP. Sebelumnya dalam PCM (Pre Construction Meeting) semua pihak terkait sudah dikumpulkan. Mulai dari konsultan perencana, konsultan pengawas, pelaksana proyek, PPK, Inspektorat, dan pokja. Dalam kesempatan tersebut, pelaksana juga sudah menjelaskan tahapan-tahapan yang akan dilaksanakan. Termasuk juga diturunkannya tim teknis. Pihaknya juga mempertanyakan jika terdapat perencanaan yang tidak sesuai. Hal ini sebagai upaya untuk mengantsipasi terjadi penyimpangan.

“Mereka (pelaksana) punya satu plan action. Bagaimana satu hari, dua hari, satu minggu, dua minggu, mereka sudah jelaskan ke kami. Dan mereka nyatakan sanggup untuk melaksanakan. Ya kita percayakan. Mereka sudah dipilih oleh Pokja di ULP berdasarkan formalitas yang disaring. Mereka memang punya kapasitas dan kemampuan,” terangnya.

Berita Terkait:  Bupati Tabur Bunga di Makam Tokoh Pencetus Terbentuknya KLU

Mengenai penyimpangan, diakuinya bisa saja terjadi. Namun pihaknya mencegah terjadi hal tersebut. Jika nantinya ditemukan adanya ketidaksesuaian dari pelaksanaan pembangunan, pihaknya juga akan memberikan rekomendasi untuk diperbaiki. Bahkan pihaknya sangat berterima kasih kepada masyarakat jika memberikan masukan jika adanya suatu indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

“Kita kan konteksnya pencegahan. Yang seharusnya terjadi (penyimpangan) bisa kita cegah. Itu memang satu tufosi TP4D. Kalau saran tidak diindahkan, yang pasti tidak kita tindak dulu. Kita kasih peringatan satu kali, dua kali. Jika rekomendasi kita tidak didengarkan kita berembuk sama teman-teman apakah kita cabut pendampingan. Setelah kita cabut kita pantau,” pungkasnya. (NM3) 

Berita Terkait:  Bupati Husni : Idul Adha Momen Perteguh Keimanan