Beranda PERISTIWA Butuh Perhatian Serius, Jembatan dan Bendungan di Batu Tering Rusak!

Butuh Perhatian Serius, Jembatan dan Bendungan di Batu Tering Rusak!

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA – Hujan lebat yang mengguyur Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu – Kabupaten Sumbawa, Senin (4/3) lalu hingga mengakibatkan terjadinya banjir, nampaknya menyisakan persoalan.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Batu Tering, Syamsul Rahman

Pasalnya, beberapa infrastruktur seperti jembatan dan bendungan yang ada di wilayah tersebut mengalami kerusakan cukup serius.

Kepada media ini, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Batu Tering, Syamsul Rahman mengaku prihatin dengan kondisi ini.

Betapa tidak, akibat dari banjir tersebut Bendungan Tiu Angat yang baru saja usai penananganannya melalui bantuan bencana alam akhir 2018 lalu kini sudah rusak lagi.

Selain itu pula lanjutnya, kerusakan juga terjadi pada jembatan penghubung antara Desa Batu Tering dan Desa Lito yang berlokasi di Dusun Melung (Jembatan Linpas, Red).

Berita Terkait:  Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Pawai Takbir

“Sekarang sudah jadi tambah parah (kerusakan jembatan),” ujarnya, Rabu (6/3).

Kerusakan pada jembatan tersebut terangnya, sudah terjadi sejak 2017 awal tahun 2018 lalu. Dimana jembatan ini belum sempat diperbaiki oleh pemerintah.

Kondisi jembatan penghubung antar kedua desa tersebut kini lebih diperparah lagi dengan kerusakan yang cukup serius.

Alhasil kata pria yang akrab disapa Sul ini, akses jalan atau kendaraan tanpa terkecuali sudah tidak bisa lagi digunakan. Terlebih berdampaknya pada perekonomian masyarakat.

Berita Terkait:  Basarnas Gelar Latihan Tehnik Pertolongan di Perairan

“Sudah tidak bisa di lalui (kendaraan), dan masyarakat juga sudah tidak berani lagi melintas,” tuturnya.

Kendati demikian, pemerintah desa sambungnya, telah melakukan indentifikasi terhadap sejumlah infrastruktur yang rusak. Kemudian didata untuk dilaporkan kepada pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, tadi (Hari Ini, Red) Kepala Desa sudah melaporkan data-datanya ke Pemerintah Kabupaten,” kata Sul.

Terkait persoalan ini, ia berharap kepada Pemda untuk dapat segera disikapi dalam mengatasi perbaikan kondisi sejumlah infrastruktur tersebut.

“Kami harap pemerintah daerah bisa segera mengatasi persoalan ini. Karena selain jembatan, bendungan Tiu Angat juga sangat penting bagi para petani kita,” harapnya.

Berita Terkait:  Forum Wartawan Pemprov dan DPRD NTB Sesalkan Sikap Oknum Anggota Satpol PP

Untuk diketahui, Bendungan Tiu Angat yang berada di peluk Jorok Kedit, Orong Satoe, dan Orong Rea dinaungi oleh empat kelompok tani dan mengairi lahan seluas 380 Ha.

Maka dari itu Sul, berharap agar dimusim kemarau nanti air sudah bisa dimanfaatkan kembali untuk musim tanam kedua.

“Untuk bendungan kita harap bisa diperbaiki tahun ini juga. Sedangkan jembatan melung, Alhamdulillah sudah ‘ok’dan sudah parkir anggaranya senilai Rp 3,9 Miliar,” demikian Syamsul Rahman. (NM3)