Beranda PERISTIWA Berkontrak, 6 Paket DAK Jalan di Sumbawa Segera Dikerjakan

Berkontrak, 6 Paket DAK Jalan di Sumbawa Segera Dikerjakan

BERBAGI
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, H. Rosihan, ST., MT didampingi Kabid Bina Marga, M. Ihsan Imanuddin, ST. (Foto : Egy Mulya Firmansyah)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Paket proyek jalan di dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa segera dikerjakan. Pasalnya proyak yang bersumber dari dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut sudah berkontrak sejak pertengahan Juni lalu.

Kepala Dinas PUPR , H. Rosihan, S.T., M.T, Selasa (9/7) mengatakan, ada 6 paket peningkatan jalan yang bersumber dari DAK.

Keenam Paket tersebut saat ini sudah ditentukan pemenang tender. Bahkan semuanya sudah dilakukan penandatanganan kontrak.

“Pada 14 Juni kemarin sudah menandatangani kontrak,” ujarnya kepada wartawan.

Berita Terkait:  Terduga Pembacokan Arnold Berhasil Diringkus, Usia Mereka Masih Belasan Tahun

Dipaparkannya,  paket pertama yakni peningkatan Jalan I (DAK Penugasan) dengan nilai kontrak Rp 5,4 miliar lebih.

Masing-masing peningkatan jalan SJN (Simpang Jalan Negara) Sinar Jaya dan SJN Sekayu-Berora. Kemudian peningkatan Jalan II (DAK Penugasan) Rp 5 miliar lebih, yakni ruas Jalan Batu Nisung-Uma Buntar.

Peningkatan Jalan III (DAK Reguler) Rp 6,1 miliar lebih, ruas Jalan SJN Labu Teluk, Jalan SJN Seseng, dan Jalan Singgah Sebedo.

Peningkatan Jalan IV (DAK Reguler) Rp 5,6 miliar lebih, Jalan Tengkal Karya-Gontar dan Jalan Tengkal Karya-Pulau Bungin.

Berita Terkait:  Sisi Lain Dibalik Kedatangan Jokowi di Lombok

Selanjutnya, peningkatan Jalan V (DAK Reguler) Rp 7,1 miliar lebih, Jalan Alas-Lekong B dan Jalan SJN Gelampar.

Paket terakhir dari DAK Afirmasi, yakni peningkatan Jalan Simpang Jalan Provinsi (SJP) Labangka 3 dengan nilai Rp 3,3 miliar lebih.

Semua paket ini masa pengerjaannya selama lima bulan sejak dilakukan penandatanganan kontrak. “Masa kerjanya rata-rata lima bulan,”terangnya.

Saat ini, lanjutnya, dilakukan rekayasa lapangan untuk mencari kesesuaian antara rancangan asli dengan yang ditunjukkan dalam gambar dengan kebutuhan aktual lapangan.

Berita Terkait:  Alunan Gendang Beleq Warnai Pengibaran Merah Putih di Bukit Merese

“Sekarang baru rekayasa lapangan untuk mengkroscek apakah sesuai dengan gambar yang direncanakan. Apakah ada perubahan nanti sebelum melakukan pekerjaan. Itu harus klop dulu,” tukasnya. (NM3)