Beranda PERISTIWA Aktifitas Penangkapan “Baby Lobster” di Sumbawa Masih Berlangsung

Aktifitas Penangkapan “Baby Lobster” di Sumbawa Masih Berlangsung

BERBAGI
Ilustrasi (Istimewa)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Aktifitas penangkapan baby lobster di wilayah Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa masih berlangsung. Hal ini dibuktikan dengan adanya rumpon sebagai alat bantu penangkapan yang dipasang di laut.

Kabid Pengendalian Usaha Perikanan, Zulkifli, S.Pi., M.Si

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Pengendalian Usaha Perikanan, Zulkifli, S.Pi., M.Si mengakui aktifitas penangkapan baby lobster tidak terlalu marak. Hal ini karena sekarang ini bukan musim penangkapan. Meskipun demikian, aktifitas di weilayah Labangka masih ada, karena masih ada rumpon yang dipasang.

Berita Terkait:  Sungai Meluap, BPBD Langsung Turun ke Mapin Rea

“Mungkin sekarang sudah tidak terlalu marak karena bukan musimnya.  Biasanya musimnya (penangkapan) di awal musim hujan dan akhir. Tapi saya dapat informasi kemarin masih ada di Labangka. Karena rumponnya masih ada,” ujarnya, Selasa (20/8).

Menurutnya, guna meminimalisir penangkapan ini tentunya terlebih dahulu melakukan upaya penyadaran. Karena penangkapan baby lobster ini tidak dibenarkan aturan. Meskipun demikian, untuk lobster dengan berat diatas 250 gram bisa dilakukan penangkapan selama tidak bertelur.

“Sekarang aturannya dilarang penangkapan baby lobster.   Maka kita minta kesadaran masyarakat untuk tidak menangkap. Tapi kalau lobster yang beratnya diatas 250 gram silahkan ditangkap, karena diperbolehkan dalam aturan. Tidak ada masalah selama tidak bertelur. Kalau bertelur maka disarankan tidak ditangkap,” jelasnya.

Berita Terkait:  Fasilitator Diminta Jaga Kesehatan dan Keselamatan dalam Bekerja

Diungkapkannya, bahwa penangkapan baby lobster ini sulit dihentikan. Karena terlalu banyak orang yang menangkap. Sehingga yang paling penting adalah menyasar pengepul. Karena jika pengepul tidak ada, maka masyarakat tidak akan menangkap.

“Yang pengumpulnya berasal dari luar dan rata-rata tidak punya izin. Dan tidak akan pernah ada ijinnya, karena yang dilarang untuk ditangkap. Sanksinya dipenjara dan denda ada. Seperti yang sebelumnya pernah ditangkap,” tukasnya. (NM3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here