Beranda PERISTIWA 549.011 Jiwa Terdampak Kekeringan, Ini Upaya BPBD NTB  

549.011 Jiwa Terdampak Kekeringan, Ini Upaya BPBD NTB  

BERBAGI
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto Desain : Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh media ini dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebanyak 549.011 jiwa terdampak kekeringan.

Jumlah itu tersebar di sembilan Kabupaten/Kota lingkup NTB, yaitu meliputi 68 Kecamatan, 298 Desa atau 137.959 Kepala Keluarga (KK) terdampak.

Adapun daerah yang terdampak itu, yakni Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima dan Kota Bima.

“Jadi jumlah tersebut merupakan data sementara yang kita terima dari masing-masing Kabupaten/Kota. Dan kita perkirakan masih bisa bertambah,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD NTB, H Ahsanul Khalik kepada media ini, Senin (1/7) di Mataram.

Menyikapi persoalan ini, adapun upaya yang dilakukan. Dimana Pemerintah Provinsi melalui BPBD NTB kini melakukan penanaman pohon di berbagai lokasi.

Berita Terkait:  Dua Kapal Hilang Kontak, RB 220 Mataram Bergerak Cepat Lakukan Pencarian

Contohnya di Kota dan Kabupaten Bima, kemudian membangun waduk baru untuk penampungan air. “Jangka panjang, kita tanam pohon diberbagai lokasi seperti di Kota dan Kabupaten Bima, kemudian membangun waduk-waduk baru untuk penampungan air,” kata pria yang akrab disapa Bang Aka ini.

“Selain itu juga bisa dipakai jadi air pertanian dan menahan air yang langsung turun dari bukit-bukit yang ada di Bima. Sehingga tidak terjadi banjir yang apabila terjadi curah hujan yang besar dan lama,” imbuhnya.

Tak hanya itu lanjut mantan Kepala Dinas Sosial NTB ini, di Kabupaten/Kota pihaknya juga membangun sumur bor di wilayah-wilayah yang menjadi langganan kekeringan.

Kendati demikian ia tak menampik, bahwa tentu jumlahnya masih kurang. Karena sebaran wilayah kekeringan dinilainya cukup luas, bahkan hampir merata di semua wilayah terkecuali Kota Mataram.

Berita Terkait:  Danrem 162/WB Sebut Fasilitator Pahlawan Pembangunan Dalam Proses Rehab Rekon Gempa NTB

Sedangkan untuk jangka pendek kedepan ini masih kata H Ahsanul Khalik, pihaknya kini terus memperkuat koordinasi dengan Kabupaten/Kota dalam memetakan wilayah dan menetapkan system pendistribusian air bersih.

“Kita perkuat koordinasi dan juga komunikasi dengan NGO, PDAM, TNI-POLRI, Dinas Sosial dan lainnya untuk menyiapkan peralatan dan personil mana kala nanti Kabupaten/Kota tidak mampu mengatasi sendiri, maka kita semua sudah siap,” ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Pjs Bupati Lombok Timur ini.

“Baru tadi ini saya ketemu Ketua PMI NTB, utk menanyakan kesiapan peralatan dan personil PMI, disana ada 20 mobil tangki yang setiap saat nanti akan kita pakai untuk pendistribusian air bersih bagi masyarakat terdampak,” tambah Bang Aka.

Dalam persoalan ini lebih lanjut dikatakannya, bahwa BPBD NTB dan pihak lainnya akan bekerjasama, termasuk Kabupaten/Kota. Sebab pada Juli-Agustus mendatang diprediksikannya adalah tugas berat.

Berita Terkait:  Longsor, Jalan Pusuk Bakal Dibiayai BPBD NTB 

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Karena menurut dia dari pihak BMKG sendiri telah merilis hari tanpa hujan (HTH) akan cukup panjang di beberpa wilayah di NTB.

Untuk di Pulau Sumbawa hamprir merata. HTH diprediksikan antara 30 hingga 60 hari, bahkan ada wilayah yang antara 30 – 70 hari. Sementara di Pulau Lombok antara 20 – 30 hari, kecuali Lombok Bagian Selatan HTH bisa mencapai antara 30 sampai dengan 60 hari.

“Kita berharap masyarakat dengan segenap perangkat Desa dan Dusun agar memperhatikan dengan baik masalah kekeringan ini beberapa bulan ke depan. Karena masalah kekeringan juga bisa menimbulkan berbagai masalah sosial kemasyarakatan,” demikian H Ahsanul Khalik. (NM1)