Beranda PENDIDIKAN Zonasi, Upaya Pemerataan Mutu Pendidikan Berkeadilan

Zonasi, Upaya Pemerataan Mutu Pendidikan Berkeadilan

BERBAGI
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, H Sahril dan Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Dikbud setempat, Junaidi. (Foto Desain : Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA – Diketahui bersama dunia pendidikan merupakan salah satu item yang difocuskan oleh pemerintah. Kendati demikian, bukan berarti mengabaikan bidang lainnya.

Untuk itu, peningkatan kualitas serta pemerataan mutu dalam dunia pendidikan terus diupayakan oleh pemerintah.

Ini dimaksudkan, tak lain demi mewujudkan dunia pendidikan yang lebih baik. Selain itu, dapat terwujudnya pemerataan mutu pendidikan.

Oleh karenanya, pemerintah menerapkan system zonasi dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan yang berkeadilan.

Dikatakan Kepala Dinas Dikbud Sumbawa melalui Kabid Pembinaan SD, Junaidi bahwa Direktorat Pembinaan SD Dirjen Dikdasmen Kemendikbud melaksanakan upaya mutu yang menyasar seluruh sekolah tuntas Standar Nasional Pendidikan (SNP) Tahun 2024.

Berita Terkait:  Gubernur Jateng Berkunjung ke Sesait

Terlebih saat ini kata pria yang dikenal akrab dengan semua kalangan itu, secara menyeluruh sekolah yang telah mencapai SNP baru 30,01 persen dari total seluruh SD yang ada di Indonesia.

Beberapa model program intervensi melalui Subdit Kurikulum PSD diantaranya merupakan sekolah rujukan, sekolah model SPMI dan saat ini dikembangkan sekolah dasar berbasis zonasi.

Dimana program ini akan membenahi lembaga pendidikan untuk mampu unggul sesuai karakteristik dan terpenuhi SNP secara bertahap.

Khusus SD berbasis zonasi lanjut pria yang akrab disapa Jun ini, Subdit Kurikulum PSD focus pada pemenuhan standar kompetensi lulusan (SKL), standar isi, standar penilaian, dan standar pengelolaan.

Berita Terkait:  Bang Zul Lepas KKN Poltekkes Kemenkes Mataram

Sedangkan standar sarpras dan standar pendidikan menjadi kewenangan dinas pendidikan kabupaten/kota secara bertahap.

“Fokus garapan sekolah dasar berbasis zonasi adalah penguatan pembelajaran dan penilaian di sekolah , pengembangan ekstrakulikuler yang sesuai dengan potensi dan karakteristik unggalan sekolah dan penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),” tuturnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Sumbawa tahun ini menunjuk dua (2) Sekolah Dasar sebagai rintisan awal SD berbasis zonasi.

Pertama kata Jun, yakni SD Brang Loka yang langsung dibawah pembinaan Subdit Kurikulum PSD.

Berita Terkait:  8 Sekolah Absen, 291 Peserta Ikuti OSN SMP/MTs Tingkat Kabupaten

Sedangkan yang kedua, yaitu SDN 1 Labuhan Sumbawa dibawah pembinaan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB.

Sekolah rintisan awal ini masih kata dia, akan didampingi intens lembaga Pembina mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi sampai dengan pengimbasan.

“Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota akan melakukan perluasan dan replikasi pada sekolah yang lain diluar binaan Direktorat PSD dan LPMP,” ujarnya.

“Yang pasti dalam hal ini, pemerintah berupaya memberikan yang terbaik khususnya bagi dunia pendidikan,” demikian Junaidi menambahkan. (NM1)