Beranda PENDIDIKAN Wagub Ajak Jaga Keindahan Lombok-Sumbawa

Wagub Ajak Jaga Keindahan Lombok-Sumbawa

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah, bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati membuka kegiatan pementasan Wayang dari bahan limbah dengan tema “Indonesia Darurat Sampah”, di Aula Rinjani SMA Negeri 1 Mataram, Rabu (12/2).

Pementasan Wayang diikuti dengan penuh antusias, sehingga penonton yang terdiri dari siswa PAUD, TK, SD dan SMA menikmati pertunjukan itu dengan rasa senang, riang dan gembira.

Wagub menyambut baik dan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan siswa SMAN 1 Mataram, yang memanfaatkan limbah sampah sebagai bahan pembuatan wayang.

Berita Terkait:  HIMMAH NW Lombok Timur Gelar Wapa II

Ia menilai hal tersebut akan menjadi saranana edukasi yang sangat tepat dan efektif terhadap siswa PAUD, TK dan SD.

Umi Rohmi berharap, melalui hal itu, kedepan akan mempu mebagun kesadaran bagi generasi Indonesia, khususnya di NTB untuk selalu menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah dan mampu mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai guna tinggi.

“Umi mau bertanya, Lombok- Sumbawa ini indah nggak? NTB ini sungainya indah, pantainya indah, gunungnya juga indah. Kita harus jaga semua keindahannya itu,” ujarnya di hadapan siswa.

Berita Terkait:  Hebat, SDN Kerato Wakili NTB di LSS Tingkat Nasional

Di hadapan anak-anak usia dini yang hadir, wagub menjelaskan akan arti pentingnya menjaga lingkungan. Agar terhindar dari segala macam bencana, seperti banjir, tanah longsor dan lainnya.

Untuk itu, wagub berharap SMAN 1 Mataram harus menjadi pioner untuk NTB bersih. Ia menilai apa yang dilakukan siswa SMAN 1 Mataram saat ini sudah top, namun perlu terus diperluas lagi, seperti bagaimana mengelola sampah dan memilah sampah dengan baik, sehingga semua bisa menjadi hal yang bernilai guna.

Berita Terkait:  Pemerintah Liburkan Seluruh Sekolah di NTB

Ia juga meminta pihak SMAN 1 Mataram, untuk menjadikan pemanfaatan bahan sampah sebagai parameter penilaian, sehingga sekolah kita menjadi bersih dan sehat. “Semoga ini menjadi inspirasi bagi sekolah – sekolah lain di NTB,” harapnya. (red)