Beranda PENDIDIKAN Terkendala Signal Internet, Pelajar SMP Pulau Moyo Laksanakan UNBK di Sumbawa

Terkendala Signal Internet, Pelajar SMP Pulau Moyo Laksanakan UNBK di Sumbawa

BERBAGI
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Sudarli. (Foto Desain : Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pelajar SMP Negeri 3 Labuhan Badas yang berada di Pulau Moyo harus melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sumbawa. Hal tersebut dilakukan lantaran di sekolah setempat terkendala signal internet.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP Dinas Dikbud setempat, Sudarli membenarkan hal tersebut.

Dikatakan, di Pulau Moyo terdapat tiga SMP Negeri yaitu, SMPN 3, SMPN 5 dan SMPN 6. Dari ketiga SMPN tersebut, SMPN 3 lebih memilih bergabung ke Sumbawa. Ini diharapkan pihak sekolah, agar pelaksanaan UNBK bisa berjalan dengan baik.

“SMPN 3 Labuhan Badas memilih bergabung ke Sumbawa. Memang kemarin itu dalam keadaan signal kurang baik, namun dapat informasi dari Kepala Sekolah SMPN sekarang sudah bagus. Ini mengantisipasi saja, sehingga kepala sekolah bersama orang tua yang sudah berkoordinasi sebaiknya mereka bergabung di Sumbawa,” ujarnya kepada wartawan, Senin (22/4).

Berita Terkait:  Mahasiswa FKIP UNRAM Diminta Jadi Tauladan "Bijak Bermedia Sosial"

Dijelaskannya, pihaknya sebelumnya sudah menawarkan kepada pihak sekolah  untuk bergabung melaksanakan UNBK di SMPN 6. Namun untuk antisipasi, mereka lebih memilih melaksanakannya di Sumbawa. Karena sebelumnya di SMPN 6 juga sempat terjadi gangguan signal. Keputusan ini juga atas kesepakatan antara wali murid dan sekolah. Maka dari itu ditegaskan, tidak ada unsur pemaksaan dari pihak Dikbud.

“Jadi mereka juga difasilitasi dengan tempat tinggal di rumah warga. Memang sebelumnya kami sudah tanya dan kasih pilihan, mau bergabung ke SMP 6 atau menyelenggarakan sendiri. Tapi pilihannya kita bisa melaksanakan di Kabupaten saja, agar kami bisa kontrol. Saya fikir proses mereka melaksanakan ujian di kota pasti ada kesepakatan bersama dengan orang tuanya, bukan unsur pemaksaan,” jelasnya.

Berita Terkait:  Bantuan Bagi Guru Non PNS/Sertifikasi di Lombok Utara

Kemudian untuk pelaksanaan UNBK di hari pertama, ungkapnya, ada terjadinya padam listrik di beberapa titik. Diantaranya yaitu di Kecamatan Utan, Rhee, Moyo Hulu, Lape, Lopok, Labangka, dan Plampang. Meskipun demikian, pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar. Karena listrik padam hanya terjadi sekitar 5 menit dan pihaknya juga sudah langsung berkoordinasi dengan PLN.

“Listrik padam terjadi pada proses ujian berlangsung rata-rata lima menit. Tidak melebihi ambang batas yaitu 15 sampai 30 menit. Memang berdampak pada server yang bermasalah, tetapi karena mereka punya cadangan jadi bisa diatasi dengan baik,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Apakah Namamu Masuk? Inilah Siswa di Sumbawa Peraih Nilai Tertinggi Tiap Mapel

Ditambahkannya, di Kabupaten Sumbawa UNBK diikuti 7.802 pelajar menjadi peserta UNBK yang berada di 132 sekolah. Dari jumlah sekolah tersebut, 62 diantaranya sudah melaksanakan UNBK secara mandiri, 41 SMP dan 21 MTs. Sedangkan yang bergabung ada 70 sekolah diantara 62 SMP dan 8 MTs.

Pelaksanaan UNBK sendiri berlangsung selama 4 hari, mulai 22 hingga 25 April. Mata pelajaran yang diujiankan antara lain Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). (NM3)