Beranda PENDIDIKAN Soal Uang Penarikan Paguyuban, Ini Klarifikasi Kepala SDN 2 Sumbawa

Soal Uang Penarikan Paguyuban, Ini Klarifikasi Kepala SDN 2 Sumbawa

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Sejumlah wali murid di SDN 2 Sumbawa mempertanyakan soal uang penarikan paguyuban di sekolah setempat. Hal ini semata-mata untuk mengetahui kejelasan peruntukannya, karena dalam RAB akan digunakan sebagai gaji guru tidak tetap (GTT) dan pembangunan sarana prasarana.

Terkait persoalan ini, Kepala SD Negeri 2 Sumbawa, Erdawati SPd menegaskan, sejauh ini pihaknya telah menerima sumbangan dari orang tua/wali murid setempat melalui program Komite Sekolah, yang ditarik oleh paguyuban disetiap kelas. Terhadap hal tersebut, Ia mengaku sumbangan tersebut sifatnya tidak terikat, berapapun yang diberikan akan diterima.

‘’Untuk masalah sumbangan itu tidak terikat mau berapa-berapa, mau Rp 25 ribu, mau Rp 50 ribu, silahkan,’’ ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, terkait adanya keluhan orang tua / wali murid terhadap penarikan dimaksud.

Berita Terkait:  Ponpes Diminta Istiqomah Terapkan Protokol Kesehatan

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima SDN 2 Sumbawa nampaknya dinilai masih kurang untuk memenuhi beberapa program yang dilaksanakan sekolah.

Sehingga sekolah bersama komite dan pengurus paguyuban masing-masing kelas melaksanakan rapat untuk menentukan anggaran yang perlu disiapkan orang tua.

Dari pertemuan itu, disepakati besaran yang harus dibayarkan orang tua/wali murid sebesar Rp 300 ribu bagi yang memiliki satu anak, Rp 450 ribu yang mempunyai dua anak, dan Rp 600 ribu untuk tiga orang anak dalam satu keluarga.

Adapun besaran anggaran untuk uang komite sesuai rencana program sekolah yang disusun yakni sebesar Rp 145.690.000.

Berita Terkait:  Selamat! Tiga Siswa SDN 7 Sumbawa Boyong Empat Medali di Kejuaraan Taekwondo 

“Untuk angka Rp 300 ribu itu mereka yang tetapkan. Kita hanya buat program keperluan sekolah. Mereka yang bagi sendiri, yang jelas kita (Sekolah) tidak tetapkan, mereka yang tetapkan. Ada siswa yang tidak mampu 32 orang, itu tidak sama sekali,’’ terangnya

Bahkan sempat beberapa kelas di SDN 2 Sumbawa tidak melaksanakan pelajaran olahraga dan Bahasa Inggris, lantaran uang sumbangan komite belum terkumpul.

Mengingat gaji untuk dua guru tersebut berasal dari dana komite. “Kalau tidak olahraga, dia terap belajar. Belajar tematik, praktik lapangan yang tidak,’’ tukasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, H Syahril MPd mengaku pihaknya sudah mendapat laporan terkait keluhan orang tua soal anggaran komite di SDN 2 Sumbawa.

Berita Terkait:  SMAN 1 Sumbawa Bangga! Syarifah dan Farid Tembus Finalis OPSI Nasional, Nanang Ditunjuk Jadi Penceramah

Bahkan Kabid Pembinaan SD sudah turun ke sekolah tersebut untuk mencari tau terhadap masalah yang terjadi.

Ditegaskan, untuk dana komite tersebut perlu dirasionalkan kembali, jangan sampai ada program yang tumpang tindih, sehingga berpengaruh terhadap membengkaknya penarikan yang dilakukan kepada orang tua / wali murid.

“Diluar kemampuan biaya operasional sekolah, maka disitulan jalan bagi komite sekolah atau paguyuban atau apalah namanya, sepanjang prosedur mekanisme pemanfaatannya sesuai dengan Permendikbud Nomor 75 tahun 2017 tentang komite sekolah. Tapi paguyuban atau komite seharusnya punya kemampuan untuk mencari dari sumber lain. Jangan hanya membebankan ke orang tua,” pungkasnya. (NM3)