Beranda PENDIDIKAN SMAN 1 Empang Juara Umum BOC 2021

SMAN 1 Empang Juara Umum BOC 2021

BERBAGI

SUMBAWA — Belum lama ini, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang berada di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat menggelar Biotech Open Camp (BOC) 2021. BOC tahun ini mengangkat tema “Grow Skills in Biotechnology”.

Kepala SMA Negeri 1 Empang – H Sutono

Dalam kompetisi itu, ada empat mata lomba yang diperlombakan. Pertama, Young Biotechnology Competition. Kedua, Olimpiade Biologi. Ketiga, Seni Kriya dan yang terakhir adalah Videography.

Dalam giat rutin tahunan yang diselenggarakan ini, diikuti oleh para siswa/i dari berbagai jenjang SMA/SMK. Tahun 2020 lalu, SMAN 1 Taliwang, KSB berhasil keluar sebagai juara BOC.

Dan di tahun 2021 ini, juara umum berhasil disabet oleh SMAN 1 Empang, Kabupaten Sumbawa. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah yang berada di bagian timur Kabupaten Sumbawa.

Adapun nama-nama para siswa/i SMAN 1 Empang yang berhasil menjuarai kompetisi BOC UTS 2021 ini. Untuk mata lomba Young Biotechnology berhasil diraih oleh Muhammad Rafi, Awanda dan Novita Damayanti. Mereka berhasil meraih juara I dalam perlombaan tersebut.

Sedangkan atas nama Linggar Ridha Kawasa, Gabriel Jhonatan dan Ariq Surya Rahman berhasil menempati juara ke II pada mata lomba yang sama. Mereka semua adalah siswa/i dari SMAN 1 Empang.

Tak hanya itu, untuk mata lomba Seni Kriya atas nama Ibadias Sholihin, Gufran Adekambuya, dan Indra Kurniawan. Mereka bertiga juga siswa SMAN 1 Empang yang berhasil meraih juara II pada mata lomba tersebut.

Kemudian, siswa SMAN 1 Empang lainnya atas nama Kinanta Sirin, Fitra Risha, Najwa Bansang, Ridho Ramadhan dan M Alfaril berhasil menduduki juara I pada mata lomba Videography.

Berita Terkait:  Sepucuk Surat dari Siswi SDIT Insan Kamil untuk Gubernur NTB

Kepala SMAN 1 Empang, yakni H Sutono membenarkan atas raihan prestasi tersebut. Ia mengaku bangga atas capaian prestasi yang diperoleh anak didiknya pada Kompetisi BOC 2021 yang diselenggarakan oleh UTS ini.

“Alhamdulillah, tentu kami bangga dan bersyukur atas apa yang diraih anak-anak. Terlebih diawal tahun dan ditengah pandemi COVID19 ini, SMAN 1 Empang mampu menjadi juara umum BOC UTS 2021,” ujarnya bangga, Ahad (31/1) kepada NUSRAMEDIA.

Dia juga menjelaskan raihan juara itu. Untuk Young Biotechnology, kata dia, siswanya saat itu fokus pada pembuatan tempe dengan membandingkan penggunaan kacang kedelai dan kacang tanah.

Sedangkan pada mata lomba yang sama, anak didiknya juga terfokus pada pembuatan danke (keju khas sulawesi). Adapun mata lomba Videography, yakni terkait dokumentasi pengolahan terasi di Desa Labuan Bontong. Kemudian pada Seni Kriya adalah pembuatan akuarium.

Tak lupa, pihaknya juga mengapresiasi giat yang diselenggarakan oleh UTS ini. Menurut dia, kompetisi yang diadakan oleh UTS sangat positif. Terutama dalam mengasah kemampuan para siswa.

“Saya mengapresiasi UTS sebagai lembaga tinggi pendidikan yang menginspiratif untuk inovasi-inovasi pendidikan. Hasil risetnya bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” katanya.

“Kemudian, kita tahu di sekolah itu kan melanjutkan pendidikan tinggi. Jadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, jika anak-anak itu bisa memulai riset-riset itu, sehingga dimanfaatkan di masyarakat juga,” imbuh Kepsek.

Berita Terkait:  Tahun Ini, Dikbud Usulkan 100 Lembaga Pendidikan Diakreditasi

Disisi lain ia juga mengaku, bahwa sepanjang 2020 lalu prestasi yang diraih anak didiknya cukup banyak. Hal itupun menjadi kebanggaan dan kesyukuran bagi keluarga besar sekolahnya.

“Alhamdulillah, tahun lalu banyak juga prestasi yang kita raih. Dan ditahun ini, Alhamdulillah kita bisa meraih prestasi yang cukup membanggakan,” ucapnya.

“Ini bagi kami surprise (kejutan) lah. Karena (prestasi) diawal tahun (2021). Apalagi ditengah pandemi COVID19, anak-anak kita mampu menunjukkan potensinya dan mampu meraih prestasi,” kata Sutono lagi.

Kendati demikian, ia meminta kepada anak didiknya agar tidak mudah puas atas capaian prestasi yang diraih. Justru, kata Sutono, hal itu dapat dijadikan motivasi untuk lebih baik lagi kedepan.

“Apa yang sudah diraih kita harap dipertahankan, bila perlu terus ditingkatkan. Jangan mudah puas, jadikan semua itu motivasi. Dan teruslah meraih prestasi sebanyak mungkin,” harapnya kepada seluruh siswanya.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada para guru di SMAN 1 Empang yang sudah luar biasa mengajari serta mendampingi para siswa. Terutama bagi guru penghubung para siswa yang berprestasi. Semoga kedepan kita terus mampu lebih baik lagi dari hari ini,” demikian Kepala SMAN 1 Empang ini menambahkan.

Sementara itu, Rektor UTS-Chairul Hudaya menjelaskan bahwa Biotech Open Camp merupakan kegiatan yang diadakan oleh Fakultas Teknobiologi-UTS, yang bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan minat Bioteknologi kepada siswa/i (SMA/SMK sederajat).

Target peserta Biotech Open Camp 2021, kata dia, adalah se-Bali Nusra yang dikemas dalam bentuk “daring/online” melalui aplikasi zoom. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan fakultas teknobiologi yang memberi peluang fakultas merekrut atau menyeleksi secara langsung calon – calon mahasiswa Program Studi Teknobiologi.

Berita Terkait:  Prestasi Sekolah Diwilayah UPT Pendidikan UI Menggeliat

“BOC 2021 mengusung tema “Grow Skills in Biotechnology” yang memiliki makna bahwa peserta yang mengikuti kegiatan ini harus siap untuk meningkatkan kemampuannya dalam berbagai bidang terkhusus bidang bioteknologi,” ujarnya.

“Kegiatan ini mencakup beberapa item kompetisi, yaitu Young Biotechnologist Competition (YBC), Olimpiade Biologi, Seni Kriya, dan Videografi. YBC merupakan kompetisi utama BOC yang terdiri dari Lab Investigation. Dimana peserta melakukan kegiatan praktikum berkelompok terdiri dari 3 orang dalam satu tim,” terang Chairul Hudaya.

“Kemudian Olimpiade Biologi, yaitu kompetisi yang bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir dan menambah ilmu serta wawasan peserta (SMA/SMK sederajat) dalam bidang biologi. Selain kompetisi bidang Bioteknologi/IPA, kompetisi umum menarik lainnya juga dibuka untuk peserta BOC, yaitu Kompetisi Seni Kriya, dimana peserta membuat kerajinan tangan dari barang-barang bekas yang memiliki fungsi pakai yang hasilnya dapat digunakan kembali,” tambahnya.

Dia juga mengungkapkan mata lomba atau kompetisi yang terbaru di tahun 2021 ini. Yaitu, sebut dia, adalah Videografi. “Dimana peserta membuat video edukasi tentang bidang-bidang yang ada dalam cabang ilmu bioteknologi adapun bidangbidangnya yaitu bidang pangan dan agrokompleks, bidang lingkungan dan pertambangan, bidang medis dan farmasi, bidang energi dan industri,” pungkasnya. (red)