Beranda PENDIDIKAN Poltekpar Lombok Siap Cetak SDM Unggul dan Hadirkan Program Pendidikan Kedinasan

Poltekpar Lombok Siap Cetak SDM Unggul dan Hadirkan Program Pendidikan Kedinasan

BERBAGI

LOMBOK TENGAH — Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menggelar Forum Komunikasi Kehumasan, Selasa pagi (9/2) tadi, di Ruang Amphi Theater Gedung Rektorat, tepatnya di Kabupaten Lombok Tengah. Giat yang terselenggara itu, dalam rangka meningkatkan hubungan komunikasi Poltekpar Lombok dengan stakeholder di NTB.

Adapun tema yang diangkat pada acara itu, yakni “Kolaborasi Membangun SDM Pariwisata Unggul”. Acara itu juga dihadiri langsung oleh Plt Direktur Poltekpar Lombok, Herry Rachmat Widjaja, Wakil Direktur I Poltekpar Lombok, Farid Said, Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Moh Faozal, Wakil Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri dan lainnya.

Acara dibuka langsung oleh Plt Direktur Poltekpar Lombok. Dikesempatan itu, Herry Rachmat Widjaja menegaskan bahwa Poltekpar Lombok siap mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata yang Unggul dan Berkualitas. Sedari awal dibangun Poltekpar Lombok, lanjutnya, dihajatkan menjadi yang terbaik, ditingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional.

Dijelaskannya, Poltekpar Lombok di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, didirikan dengan semangat untuk bersaing dikelas Internasional, berjiwa kewirausahaan dan SDM yang memiliki Kompetensi di bidang Pariwisata. Terlebih pihaknya pun menyatakan kesiapan yang teramat untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen, demi mewujudkan semua itu.

Saat ini, masih kata Herry Rachmar Widjaja, Poltekpar Lombok sedang membuka proses seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri pariwisata (SBMPTNP). Dimana pendaftaran telah dibuka sejak 1 Februari lalu hingga 27 Mei 2021 mendatang.

“Sejak awal penerimaan mahasiswa pada 2016 silam, Poltekpar Lombok sudah menyerap 1.359 mahasiswa. Ini, dengan 4 program studi (prodi) menjadi pilihan calon mahasiswa/wi yaitu D4 usaha perjalanan wisata, ada juga program studi D3 seni kuliner, kemudian D3 divisi kamar dan D3 tata hidang,” demkian Plt Direktur Poltekpar Lombok.

Berita Terkait:  Momen HGN, Vanilla Hijab dan RZ Berbagi Kebahagiaan

Sementara itu, HL Moh Faozal-Kadispar NTB juga mengungkapkan potensi pariwisata NTB di masa pandemi, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah. Menurut dia, Lombok Tengah memiliki potensi yang banyaj atau besar untuk dikembangkan.

“Potensinya sangat banyak. Apalagi saat ini dengan adanya Mandalika yang masuk menjadi Destinasi Super Prioritas (DSP). Branding Mandalika ini sudah mendunia. Demikian juga dengan Nasi Puyung dan juga kisah Putri Mandalika yang melatar belakangi kegiatan Bau Nyale,” tuturnya.

“Potensi-potensi ini harus dijaga. Sehingga, wisatawan, khususnya lokal dan nasional tertarik untuk datang. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan (prokes COVID19) yang sesuai dengan CHSE; Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan),” imbaunya.

Kemudian Bupati Lombok Tengah-HL Pathul Bahri juga lantas mengajak semua elemen, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah untuk kompak bersama membangun bumi yang dikenal dengan Tatas Tuhu Trasna ini. “Mari bersama kita bangun Lombok Tengah ini, terutama SDM nya dan bidang pariwisatanya,” ajak Wabup.

Pariwisata, kata dia, adalah salah satu sumber Pendapatan Asli Daeeah (PAD) yang terbesar. Sehingga, menurut orang nomor dua di Loteng itu, pentingnya membangun SDM Pariwisata. Termasuk bersinergi dengan Poltekpar Lombok. Hal itu diharapkan dapat terwujud, dalam menyambut serta mendukung SDM Pariwisata menjelang perhelatan akbar atau ajang olahrga bergengsi dunia yaitu MotoGP Mandalika.

Berita Terkait:  Sejumlah Pengawas dan Kepala Sekolah Lingkup KSB Dilantik

“Penting kita bangun SDM Pariwisata yang ada. Jadi, dengan adanya sinergi bersama, termasuk dengan Poltekpar Lombok, kami harap semua itu terwujud. Lebih-lebih dalam mendukung persiapan SDM Pariwisata menjelang MotoGP,” kata HL Pathul Bahri.

HADIRKAN PROGRAM KEDINASAN USAHA PERJALANAN WISATA

Kabar baiknya, tahun 2021 ini, Poltekpar Lombok akan menghadirkan sebuah program pendidikan kedinasan usaha perjalanan wisata. Ini dalam rangka mendukung destinasi super prioritas. Saat ini wacana pembukaan Kedinasan Diploma IV itu diberikan kuota tiap Kabupaten/Kota sebanyak tiga orang. Sedangkan Pemprov NTB, sekitar lima orang.

Hal ini pun tengah terus dimatangkan. Bahkan dalam waktu dekat, pihak Poltekpar Lombok sendiri tengah berencana melakukan penekenan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah daerah di NTB. “Maksimal 35 mahasiswa setiap angkatan. Kita akan segera tanda tangan MoU dengan Kabupaten/Kota dan Provinsi,” kata Wakil Direktur I Poltekpar Lombok, Farid Said.

Dijelaskan, sekolah kedinasan perjalanan usaha wisata sesuai diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 14 tahun 2010 tentang tentang Pendidikan Kedinasan. Bahwa seluruh lembaga pendidikan dibawah Kementerian dan Lembaga diluar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. PP tersebut sedang disusun revisi tentang Peraturan Pemerintah.

Namun, kata Wakil Direktur I Poltekpar Lombok itu, skema kurikulum nantinya akan sedikit berbeda. Kemudian muatan pertemuan lebih banyak, khusus dibawah Kemenparekraf. “Supaya kami tidak salah, akan buka program Kedinasan CPNS, mendukung Destinasi Super Prioritas (DSP),” katanya.

Berita Terkait:  Bunda PAUD Sumbawa Launching PAUD Holistik Integratif

Lebih lanjut Farid menegaskan, bahwa untuk persoalan skema program, sedang digodok Kementerian. Biasanya, kata dia, masing-masing Pemda menyiapkan beasiswa dari APBD, karena Pemda itu membutuhkan tenaga tersebut.

“Tanggal 15 hingga 16 mendatang, kami rapat di Makassar untuk tetapkan skema. Namun, biaya sekolah Kedinasan ini tidak besar, SPP sekitar Rp 4.100.000 setiap tahun. Ditambah biaya hidup, sehingga diperkirakan akan menghabiskan sekitar Rp 25 juta tiap tahunnya,” kata Farid.

Kendati demikian, dirinya belum berani memutuskan Skema itu. Karena menurut dia, harus dibahas dulu. Apakah biaya full dari pemda atau ada sherring anggaran poltekpar. Namun akan bisa dipastikan setelah pertemuan.

Terkait wacana itu, Wakil Bupati Lombok Tengah H L Pathul Bahri menyambut baik dan sangat mendukung. Terlebih hal itu, menyangkut dengan peningkatan SDM, khususnya di bidang Pariwisata. “Kalau sekedar dua atau tiga orang sangat kecil, dan kami siap. Yang menjadi persoalan, akan ada iri hati. Karena butuh kreteria dan teknis, layak dan tidak layak,” kata Wabup saat menyambut hal baik tersebut.

HL Pathul Bahri yang juga sebagai Bupati terpilih dalam Pilkada Serentak 2020 lalu, juga mengatakan bahwa angka Rp 25 juta tersebut sangat kecil. Hanya saja dibutuhkan teknis dan kriteria calon mahasiswa yang akan mendapatkan program pendidikan kedinasan tersebut seperti apa. “Apalagi pariwisata menjadi utama, pendidikan ini sangat penting,” demikian. (red)