Beranda PENDIDIKAN Minimalisir Kasus Pelajar, Intensif Pendidikan Karakter Dibutuhkan Sekolah

Minimalisir Kasus Pelajar, Intensif Pendidikan Karakter Dibutuhkan Sekolah

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Aksi sekelompok siswa dari salah satu sekolah di Sumbawa mengejutkan masyarakat belakangan ini karena telah melakukan penyerangan ke beberapa sekolah.

Ironisnya aksi tak terpuji yang dilakukan secara berulang-ulang. Selain kaca sekolah pecah, beberapa guru terkena lemparan batu.

Atas kejadian ini diperlukan strategi khusus terkait pembinaan terhadap anak didik agar kasus-kasus yang dipicu oleh kalangan siswa dapat diminimalisir.

Kepala UPT Layanan Dikmen PK-PLK Kabupaten Sumbawa, Fahrizal menyesalkan kasus yang terjadi. Dikatakan, untuk meminimalisir hal seperti ini, sebenarnya Layanan Dikmen sedang melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah.

Berita Terkait:  Masuki Dunia Kerja, 736 Peserta Diberikan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Diantaranya sosialisasi tentang bahaya narkoba, paham radikalisme dan terorisme. Termasuk melaksanakan sosialisasi tentang wawasan kebangsaan.

Ketika kasus serupa masih terjadi lanjutnya, selain pola-pola alur pembinaan yang biasa dilakukan, pihak sekolah juga diharapkan dapat mengintensifkan kembali pendidikan karakter.

“Jadi itu sebetulnya beberapa upaya yang kita lakukan dalam rangka mencegah lebih jauh untuk anak berbuat yang tidak pantas,” ujar pria yang akrab disapa Ichal ini kepada wartawan di Sumbawa.

“Kalau memang nanti dalam pelaksanaan di lapangan, kita sudah lakukan itu dan sekolah kami harapkan untuk mengintensifkan penguatan pendidikan karakter. Itu untuk menjadi hal penting bagi sekolah,” tambahnya lagi.

Berita Terkait:  NTB Perpanjang Libur Sekolah 

Untuk mengatasi hal ini lanjut mantan Kepala SMAN 1 Sumbawa itu, pola pembinaan juga tidak hanya bertumpu pada pihak sekolah. Karena pada umumnya anak-anak lebih memiliki banyak waktu dengan lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sehingga semua elemen mempunyai porsi masing-masing dalam melakukan pembinaan.

“Kami berharap sama-sama kita bina anak-anak ini. Karena ini aset kita ke depan. Jangan sampai tertumpu nya di kami yang ada di sekolah,” demikian Fahrizal. (NM3)