Beranda PENDIDIKAN Mekanisme Pencairan Dana BOS 2020 Alami Perubahan

Mekanisme Pencairan Dana BOS 2020 Alami Perubahan

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Mekanisme pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami perubahan di tahun 2020. Namun demikian sampai saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa masih menunggu petunjuk teknis (Juknis), yang mengatur tentang penggunaan dana BOS Tahun Anggaran 2020.

Demikian diungkapkan Kadis Dikbud melalui Kasubag Urusan Perbantuan, Mohammad Husnul Alwan S.Ag, Selasa (11/2)

Menurut Alwan sapaan akrabnya, kebijakan ini tertuang dalam surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) No. 0271/C/KU/2020, tanggal 10 Januari 2020, tentang Pemberitahuan Pre Cut Off Tahun 2020.

Berita Terkait:  Jika Terpilih, Sandiaga Uno Bakal Hapus UN!

Pada tahun-tahun sebelumnya mekanisme pencairan dana BOS ini dilakukan melalui RKUD atau dari kas daerah provinsi langsung ke rekening sekolah.

Tapi, berdasarkan surat edaran Mendikbud, sekarang pencairannya dilakukan langsung oleh Menteri Keuangan melalui Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN) ke rekening sekolah.

“Bagaimana skema pencairan oleh KPPN, ini yang belum kita tahu. Apakah nanti ditransfer ke rekening sekolah, ataukah sekolah yang melakukan pencairan ke KPPN langsung, informasi lebih lanjutnya masih kita tunggu,” ujar Alwan.

Terkait perubahan mekanisme pencairan dana BOS ini, lanjut Alwan, Dinas Dikbud Sumbawa diminta Mendikbud untuk segera meng-update data satuan pendidikan selaku penerima, termasuk nomor rekening, nama rekening sampai kode PSO sekolah.

Berita Terkait:  Sumbawa Masih Terapkan Sistem Home Learning

Update data satuan pendidikan ini nantinya akan dijadikan acuan oleh Menteri Keuangan guna proses transfer dana BOS.

Khusus di Kabupaten Sumbawa, diakuinya, hampir semua sekolah penerima sudah melakukan up date data.

Hanya tersisa 4 sekolah. Kesulitan komunikasi menjadi kendala karena keempat sekolah ini berada di daerah terpencil.

“Terus kami hubungi supaya 4 sekolah ini segera melakukan up date data,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Alwan juga ingin sedikit meluruskan informasi yang sempat beredar yang menyebutkan mulai tahun ini ada penambahan nominal dana BOS yang akan diterima siswa nantinya.

Berita Terkait:  RA Al-Muhajirin Isi Perayaan Maulid dengan Berbagai Kegiatan 

Informasi yang beredar disebutkan jika siswa SD yang sebelumnya mendapatkan Rp 800.000 sekarang naik menjadi Rp 900.000/tahun. Demikian dengan siswa SMP dari Rp 1 juta menjadi Rp 1.100.000/tahunnya.

“Informasi ini belum bisa dipastikan, karena Juknis-nya belum ada. Tapi kita tetap berharap ada penambahan,” pungkasnya. (red)