Beranda PENDIDIKAN Mahasiswa Harus Berani Berfikir Besar, Doktor Zul : Teruslah Belajar, Berusaha dan...

Mahasiswa Harus Berani Berfikir Besar, Doktor Zul : Teruslah Belajar, Berusaha dan Berdo’a

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, JAKARTA — Sejumlah mahasiswa dari berbagai daerah di Jakarta begitu antusiasias mengikuti kegiatan ‘Leadership Talk’, Sabtu kemarin.

Kegiatan rutin sebulan dua kali itu diselenggarakan oleh Badan Penghubung Daerah Wisma NTB di Jakarta dan dihadiri oleh Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah.

Semangat begitu nampak diwajah para mahasiswa dalam momen silaturahim bersama orang nomor satu di NTB itu. Berbagai hal yang positif menjadi bahan diskusi.

Dikesempatan itu Gubernur Doktor Zul berbagi akan kisah pengalaman hidupnya. Mulai dari jenjang bangku sekolah, perguruan tinggi, wakil rakyat, hingga menjadi kepala daerah saat ini.

Ia menyimpulkan bahwa semua yang ingin digapai tentunya harus berani bermimpi dan melakukan hal besar secara nyata. Perpaduan teori dan praktek haruslah seimbang. Contoh sebuah perubahan hidup.

Dimana sebuah perjalan hidup akan menjadi kisah atau cerita pada akhirnya. Kendati demikian, ia meminta kepada para mahasiswa/aktivis berfikir terstruktur demi masa depan yang lebih baik.

Dalam hidup, tetap akan dibarengi gelombang perjalanan tiap insan dalam mengarungi sebuah kehidupan. Itu kata dia, tak lain merupakan pengalaman yang berharga untuk dijadikan ilmu.

“Hidup selalu naik turun, tapi kita tidak boleh lemah dan harus menanamkan sikap optimis dalam menatap masa depan yang lebih baik,” kata pria yang juga kerap disapa Bang Zul ini.

Berita Terkait:  Pelajar NTB Diminta Jauhi Narkoba

“Sekarang adik-adik (Pemuda) mahasiswa atau aktivis boleh berada dijalur ini, tapi tentu harus berfikir besar untuk kehidupan dimasa yang akan datang. Itulah yang dinamakan sebuah perubahan hidup,” tuturnya.

“Masa iya 5 sampai 10 tahun atau seterusnya menjadi aktivis, inikan bagamaimana? Boleh lah menjadi aktivis tapi harus berfikir kedepan, ya mungkin untuk lima tahun berada dijalan itu (sebagai aktivis), 10 tahun kemudian adik-adik harus menuai sebuah perubahan besar (jalur lain yang lebih baik dan lebih besar),” imbuhnya disambut riuh tepuk tangan dari para mahasiswa.

Tak kalah pentingnya, adapun hal yang disampaikan Bang Zul kepada mereka. Dimana dalam mengarungi hidup, harus memiliki sebuah komitmen dan keteguhan hati atau pendirian diri, agar tak tersesat dipersimpangan jalan.

Dibutuhkan pula ketajaman hati. Untuk mendapatkan itu semua lanjutnua, maka diperlukan sebuah upaya nyata yaitu hal yang paling memdasar jangan melupakan ‘Sholat’. Karena dengan sholat, hati dan fikiran akan menjadi bersih, lembut, tenang dan tajam akan rasa.

Orang yang memiliki kejernihan hati dan fikiran adalah orang-orang yang sabar, selalu menjalankan perintah Allah dalam setiap kesibukkannya. Untuk itu, ia berpesan agar mahasiswa tetap mengutamakan ibadah, terus belajar dan berusaha.

“Sekarang kita berusaha tapi tidak berdoa ya ini bagaimana, nggak bisa gitu dong. Jadi harus seimbang, kita belajar, berusaha sambil berdoa maka Insya Allah hasilnya akan baik dan maksimal. Dan apa yang menjadi harapan Insya Allah akan terlealisasi,” kata Bang Zul.

Berita Terkait:  Wagub NTB Hadiri Peluncuran PAUD di Sambelia

“Ingat lima waktu (Sholat), belajar sambil berusaha dan berdoa itu adalah kunci. Namun ketika Allah belum menghendaki apa yang kita inginkan jangan mudah berputus asa dan menjadi lemah, karena sesungguhnya Allah lah yang lebih mengetahui yang baik dan terbaik bagi kita,” pesannya.

Semangat para mahasiswa nampak terbangkitkan. Sesi dialog tak terbantahkan. Mulai dari hal umum hingga hal pribadi yang ditanyakan para mahasiswa seakan menghujani Gubernur NTB.

Setiap pertanyaan habis terjawabkan oleh Doktor Zul. Dengan jawaban melalui diskusi itu mahasiswa juga terlihat puas akan jawaban dari orang nomor satu di NTB tersebut.

Dipenghujung acara tiada hentinya Doktor Zul mengajak para mahasiswa untuk berani, optimis menuliskan cerita hidup dalam menatap masa depan yang lebih cerah.

“Kita harus berani dan optimis. Untuk itu, tulislah cerita hidup kalian masing-masing dengan menatap masa depan yang lebih baik,” tukasnya.

“Bukankah perjalanan panjang (menuju kesuksesan dan perubahan hidup) selalu di mulai dengan langkah pertama? Untuk itu, tentukan langkah kalian sebaik mungkin dan tulislah cerita hidup kalian dengan berani dan optimis. Tatap masa depan dengan penuh keyakinan, maka teruslah berjalan,” demikian Gubernur NTB.

Berita Terkait:  Soal Judicial Review, Haji Sahril : Pemda Melalui Dikbud Mendukung, Tapi…!

Sementara itu, salah satu peserta Leadership Talk, Eriska Permatasari mengaku kegiatan yang dihadiri gubernur NTB itu, sangat memotivasi para mahasiswa untuk lebih giat dalam menghadapi tantangan hidup, di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Acaranya sangat bagus sekali, kita harus berani menulis masa depan kita seperti apa dan kita juga harus berani mengambil kesimpulan, tentang apa saja yang pernah kita lakukan di masa lalu,” ungkap mahasiswi canatik asal Universitas Indonesia (UI) ini.

Sebelumnya, Pembina Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) di Jakarta, Bachtiar Rahman mengatakan, kegiatan yang rutin dilaksanakan satu kali dalam dua bulan ini, bertujuan memberikan motivasi dan pengetahuan kepada para mahasiswa, untuk menjadi seseorang yang tidak gampang berpuas diri atas apa yang diraih.

“Pemeran hidup ini adalah diri sendiri orang lain itu hanya sebatas hiburan. untuk itu tulislah rencana hidup kalian sesuai dengan yang kalian inginkan”, katanya.

Bachtiar juga sangat mengapresiasi ide dan gagasan cemerlang yang dicetuskan gubernur NTB. Dan jika para mahasiswa ingin lebih mengenal sosok sang gubernur NTB lebih jauh, mahasiswa diminta untuk mengikuti media sosial gubernur NTB, agar dapat mengetahui setiap kegiatan yang dilakukan. (NM1)