Beranda PENDIDIKAN Lantaran Status WA, Aparat Dua Desa Gedor SMK di Lobar

Lantaran Status WA, Aparat Dua Desa Gedor SMK di Lobar

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK BARAT — Lantaran mengunggah status WhatsApp (WA), salah satu oknum Staf berinisial IC di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Lombok Barat harus berurusan dengan aparat dua desa diwilayah Sesela dan Jatisela.

Adapun tulisan pada status WA milik IC, yaitu “menghadiri peluncuran album nyimak frustasi dan sedang mengirim pesan”. Status itu diunggahnya pada Sabtu pagi (24/2) sekitar pukul 07. 00 Wita.

Sayangnya, status yang diunggah oleh oknum Staf SMK di lingkup Lobar itu menimbulkan kegaduhan di aparat dua desa tersebut.

Tak hanya itu, dalam statusnya memajang foto aparat desa setempat. Sehingga hal tersebut berujung kemarahan. Akibatnya, para aparat desa mendatangi sekolah tempat staf tersebut beraktivitas.

Berita Terkait:  Gelar Teater “Lajendre”, Bang Zul : Lonto Engal Menghibur dan Memperkaya Suasana Batin Kita

Parahnya lagi, aparat desa mulai Kepala Dusun, Kepala Urusan (Kaur) di desa Sesela serta Jatisela datang ke SMK itu dan tidak sendiri. Namun bersama ratusan masyarakat setempat.

Kedatangan mereka tak lain untuk bertemu dengan pihak sekolah termasuk oknum staf tersebut. Karena mereka merasa tersinggung dengan status yanh diunggah IC.

“Kami tersinggung dengan status oknum staf di SMK iti, karena dari kata-katanya tidak mencerminkan seorang pendidikan. Masak kami dianggap grup band yang akan meluncurkan album frustasi,” kata Kadus Muhajirin, Desa Sesela, Adi Sabtu siang (24/2) lalu.

Berita Terkait:  Kabar Gembira, LPP NTB Buka Kesempatan Beasiswa Tujuan China

Warga yang marah pun terlihat memukul gerbang pagar sekolah itu. Mereka meminta Kepsek menindak salah satu stafnya itu. Beruntung aksi warga tersebut tidak sampai menimbulkan kerusakan.

Lantaran, salah satu Anggota DPRD Lobar dapil Kecamatan Gunungsari dan Batulayar, H Faedullah tiba ke lokasi sekolah itu setelah lima menit lamanya warga melakukan aksi menggedor gerbang pagar sekolah sekitar pukul 10.10 Wita.

Politisi Perindo Lobar itu mengajak perwakilan aparat desa Sesela dan Jatisela masuk dan menemui pihak kepala sekolah untuk mengklarifikasi pernyataan status whatsapp staf di sekolah itu.

Berita Terkait:  Berhijrah Mewujudkan SDM Unggul Menuju NTB Gemilang

“Alhamdulillah setelah pihak kepala sekolah menghadirkan yang bersangkutan. Staf SMK itu meminta maaf atas pernyataanya di status whatsapp-nya itu,” kata Faedullah.

Ia berharap agar Kepala Sekolah segera memberikan teguran pada jajarannya tersebut agar tidak lagi melakukan hal serupa. Mengingat, emosi masyarakat terkait oknum tersebut rupanya sudah memuncak.

“Sudah saya minta ke Pak Kepala Sekolah melakukan pembinaan. Dan itu akan dilakukan, termasuk akan memberikan sanksi pada yang bersangkutan secepatnya,” demikian Faedullah. (red)