Beranda PENDIDIKAN Kurang Kreatifitas Pengelola, Banyak PKBM di Sumbawa “Mati Suri”

Kurang Kreatifitas Pengelola, Banyak PKBM di Sumbawa “Mati Suri”

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Sumbawa, ternyata cukup banyak. Jumlahnya mencapai 210. Namun, sayangnya yang masih eksis sampai hari ini tinggal 50 PKBM saja.

Kurangnya kreatifitas pengelola menurut Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Kabupaten Sumbawa, Drs Umar, MSi, menjadi faktor utama mengapa banyak diantara PKBM ini yang sudah tidak aktif lagi.

Minimnya minat masyarakat putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan Paket A, B dan C yang ditawarkan oleh PKBM tersebut, juga menjadi alasan lainnya. “Tapi intinya, kreatifitas pengelola ini yang masih kurang. Jadi wajar banyak PKBM kita yang mati suri,” kata Umar kepada media ini, Jum’at 7 Desember 2018.

Berita Terkait:  Administrasi Beres, DAK SMP Tinggal Distransfer

Kreatifitas yang masih kurang dari pengelola ini terangnya, terutama menyangkut masalah solusi mendapatkan bantuan. Pengelola selama ini dalam mencari bantuan masih bertumpu di satu instansi saja, seperti Dinas Dikbud.

Padahal, ada OPD lain yang bisa di akses untuk mendapatkan bantuan. Agar PKBM yang masih aktif ini dapat terus eksis Umar, menyarankan untuk segera mengikuti akreditasi. Sebab dengan akreditasi kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan lembaga tersebut, akan tetap terpelihara dengan baik.

Dari 50 PKBM yang masih aktif ini sebutnya, baru tiga diantaranya yang sudah terakreditasi. Mereka adalah PKBM Bina Bersama Kecamatan Moyo Hilir, dengan status akreditas A, PKBM Kemang Menir Kecamatan Moyo Hulu (akreditasi B) dan PKBM Pantai Selatan Kecamatan Lunyuk (akreditasi C). “Jadi masih ada 47 PKBM kita yang belum terakreditasi,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Gubernur NTB Lepas 20 Calon Mahasiswa Nanjing Polytechnic Institute

PKBM yang belum terakreditasi ini, rata-rata dikarenakan mereka belum siap untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Kendati demikian, Dinas Dikbud Sumbawa, tetap mendorong mereka untuk dapat mengikuti akreditasi. Caranya, dengan menggalakkan Sosialisasi dan Loka Karya (Soslok) agar pengelola faham tentang penting pemenuhan 8 SNP ini.

“Untuk tahun 2019 nanti, kita berharap 47 PKBM ini mampu memotifasi dirinya untuk mengikuti akreditasi. Kita (Dikbud) juga akan gencar melakukan Soslok supaya PKBM lebih bergairah ikut akreditasi,” demikian Umar. (NM5)

Berita Terkait:  Dubes RI untuk Korsel : Tak Ada Mahasiswa NTB yang Terlantar