Beranda PENDIDIKAN Kreatif! Seorang Guru di Sumbawa Sulap Barang Bekas Jadi Media Pembelajaran

Kreatif! Seorang Guru di Sumbawa Sulap Barang Bekas Jadi Media Pembelajaran

BERBAGI

“Usai Ampek Itung, Kini DiBaKul”

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Abdul Azis S.Pd, salah seorang guru kelas di SDN Nijang Kecamatan Unter Iwes selalu memberikan kejutan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa.

Di tahun 2020 ini, ia kembali memanfaatkan barang-barang bekas sebagai metode pembelajaran kepada muridnya.

Berawal dari proses dan kondisi pembelajaran di kelas, Guru Ache-akrabnya disapa memunculkan media pembelajaran yang disebut “DiBaKuL” (Diagram Batang Kudung Butel).

Media ini terbuat dari kumpulan barang bekas yang didapatkan dari lingkungan sekitar. Seperti tutup botol plastik (kudung butel) dan kardus bekas.

“Media ini dibuat agar peserta didik mampu menyajikan data yang berkaitan dengan diri peserta didik dan membandingkan data dari dan lingkungan sekitar,” ujar Azis.

Berita Terkait:  Hadiri Wisuda STAI NW Samawa ke–IX, Wabup : Jangan Lupa Kepada Orang Tua

Apa yang dilakukan Guru Ache merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memiliki dua unsur penting. Yaitu  metode mengajar dan media pembelajaran, selain juga harus memperhatikan tujuan pembelajaran dan proses penilaian sampai kepada tindak lanjutnya.

Media sendiri adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi untuk menyampaikan pesan. Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi antara guru dan peserta didik.

Dalam pembelajaran guru biasanya menemukan masalah dan oleh situasi demikian guru dituntut untuk mampu menciptakan dan melakukan pembelajaran yang mana tujuan dari apa yang diharapkan dapat tersampaikan kepada peserta didik tentu melalui metode dan media yang digunakan.

Berita Terkait:  Segini DAK Fisik yang Diterima Disdikbud Sumbawa Tahun 2019

Sebagaimana diketahui media pembelajaran merupakan salah satu komponen pendukung keberhasilan proses belajar mengajar hal ini tertuang dalam Undang Undang RI No.20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 20.

Media memiliki fungsi dalam pembelajaran sebagai alat bantu memperjelas pesan dari guru, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indra, menimbulkan gairah belajar anak, interaksi lansung murid dengan sumber belajar, memberi ransangan dan masih banyak fungsi – fungsi lainnya.

Kemunculan “DiBaKul” dihajatkan untuk menciptakan suasana belajar yang asyik, menarik dan variatif. Sehingga siswa mampu memahami materi yang disampaikan guru.

Berita Terkait:  Berkunjung ke Moskow, UTS Punya Kabar Baik untuk NTB 

“Sebelum membuat media DiBaKuL peserta didik secara umum saya libatkan. Saya mengajak mereka mengumpulkan tutup botol air minum. Kemudian saya merancang dan menciptakan media sederhana untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan tersampaikan tujuannya kepada peserta didik,” ungkap guru humoris murah senyum ini.

Untuk dikatahui, pada tahun 2019 lalu, Abdul Azis juga telah membuat media pembelajaran untuk Mata pelajaran Matematika materi Pengumpulan dan Penyajian Data di Kelas 5, yang diberi nama “Ampek Itung”.

Kemudian tahun 2020 ini, ia kembali membuat media pembelajaran yang diberi nama DiBaKuL (Diagram Batang Kudung Butel). (red)