Beranda PENDIDIKAN KKL Tematik UNSA Diharap Jadi Katalisator

KKL Tematik UNSA Diharap Jadi Katalisator

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Bupati Sumbawa yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda), Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd melepas 301 mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Tematik (KKL-T) Universitas Samawa (Unsa) 2019, Rabu (31/7). Para mahasiswa ini diharapkan bisa menjadi unsur yang dapat mendorong dan menggerakkan masyarakat di desa.

“Mahasiswa diharapkan bisa menjadi katalisator atau unsur yang bisa mendorong dan menggerakkan masyarakat. Tentu itu melalui komunikasi yang baik dengan masyarakat. Satu sisi mahasiswa kita melakukan pembelajaran, sekaligus juga membelajarkan masyarakat,” terangnya kepada wartawan.

Pemda Sumbawa, kata H. Ikhsan, mengapresiasi pihak Unsa yang memprogramkan KKL tematik bertajuk “Pengembangan potensi desa untuk peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat”.

Mengingat KKL ini sejatinya merupakan salah satu  bentuk kontribusi konkrit perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah daerah dalam menggeliatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Berita Terkait:  Dapat Beasiswa, 27 Pemuda NTB Lanjutkan Study ke Polandia

“Ini sangat membantu masyarakat kita. Terutama membantu kepala desa dan para perangkat desa dalam mengembangkan masyarakat. Terutama di bidang ekonomi, lingkungan dan juga  pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Bupati berpesan agar selama pelaksanaan KKL/PPL dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat, dengan tetap menjunjung tinggi adat istiadat yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.

Kemudian juga dapat menjaga nama baik almamater dan menghindari melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma agama maupun norma kesopanan seperti minum minuman keras atau melakukan tindakan asusila dengan lawan jenis.

Sehingga pelaksanaan KKL/PPL UNSA tahun ini dapat semakin menambah catatan baik tentang kontribusi Perguruan Tinggi terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Rektor Universitas Samawa (Unsa) Sumbawa Besar, Dr. Syafruddin, S.E., M.M mengatakan, KKL secara teori kelembagaan adalah mengirim aset produktif, faktor sosial ekonomi dan faktor sosial demografi yang terampil.

Berita Terkait:  Diusulkan, Mobil Listrik Bisa Digunakan di Sirkuit MotoGP Mandalika

Artinya pemerintah desa, kecamatan, dan pemerintah daerah bisa berinteraksi dan bekerja sama dengan masyarakat. Tentunya mahasiswa KKL tetap dalam bimbingan para dosen dan pembimbing yang sudah berkompeten dan teruji di bidangnya.

Makanya pihaknya berharap kepada mahasiswa agar tidak main-main dalam melaksanakan KKL. Tetapi harus serius dan mampu menyumbangkan tenaga dan pikiran, serta menunjukkan kecerdasan di tengah-tengah masyarakat.

“Mahasiswa sudah kita minta dalam pembekalan agar mengeksplore potensi dirinya, berani berinteraksi dengan masyarakat. Kemudian melakukan pemetaan terhadap masalah dan memecahkan masalah itu. Meskipun sedikit, akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di lokasi penempatan,” harapnya.

Sementara Ketua panitia Dr. Ieke Wulan Ayu, STP.,M.Si melaporkan peserta KKL tahun 2019 berjumlah 388 peserta. Dua kelompok tahap pertama telah mengabdi di Desa Maman dan Desa Batu Dulang.

Berita Terkait:  Forum Mahasiswa Hukum Samawa Unram Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

Tahap kedua terdiri dari 20 kelompok dengan bentuk tematik dengan tiga pokok utama yaitu, adminduk dan STBM, yang merupakan kerjasama pemerintah dan swasta.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa telah mendapatkan pembekalan selama dua hari dari intansi terkait yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Diskoperindag, Dukcapil dan UNSA.

Setelah pembekalan, mahasiswa akan mengabdi di 20 lokasi desa yang tersebar di 10 kecamatan yaitu Unter Iwes, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Lopok, Lape, Plampang, Empang, Batu Lanteh, Rhee dan Buer.

Termasuk di dalamnya terdapat kegiatan PPL pada sekolah–sekolah terpilih sesuai program fakultas. Mahasiswa dibimbing oleh 10 dosen pembimbing di lapangan dengan kualifikasi pendidikan Doktor dan Magister. (NM3)