Beranda PENDIDIKAN Dukung Ombudsman NTB, Hj Isvie : Tidak Boleh Lagi Ada Pungli di...

Dukung Ombudsman NTB, Hj Isvie : Tidak Boleh Lagi Ada Pungli di Sekolah!

BERBAGI
Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj Baiq Isvie Rupaeda.

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj Baiq Isvie Rupaeda mengaku mendukung langkah Ombudsman Perwakilan NTB agar praktek pungutan liar (pungli) atau pemotongan dana bantuan di sekolah agar tidak terjadi lagi.

“Kami sangat setuju dan mendukung Ombudsman. Karena memang tidak lagi boleh ada pungutan-pungutan liar yang ada di sekolah, apalagi itu anak baru di semua jenjang pendidikan (Penerimaan Peserta Didik Baru atau kerap disebut PPDB),” ujarnya kepada media ini di Mataram.

Berita Terkait:  Sumbawa Masih Terapkan Sistem Home Learning

Ditegaskan Hj Isvie, bahwa segala sesuatunya bantuan dari pemerintah sudah jelas. Sehingga pihak sekolah tidak perlu lagi melakukan praktek-praktek tersebut. “Jangan lagi dipungut-pungut dong, komite lah, pembangunan lah, stop semuanya,” ucapnya.

Terkait persoalan ini, ia berencana akan memanggil dinas terkait untuk melakukan hearing melalui Komisi V yang membidangi pendidikan.

Ini dimaksudkan agar tindakan atau praktek-praktek tersebut tidak perlu terjadi lagi dalam dunia pendidikan khususnya di lingkup Nusa Tenggara Barat. “Insya Allah, segera kita adakan hearing bersama Komisi V,” tutup Hj Isvie Rupaeda.

Berita Terkait:  Lulusan UTS Harus Berani Berkompetisi di Eropa 

Sekedar informasi, berdasarkan hasil evaluasi akhir tahun Ombudsman menerima 334 laporan pengaduan. Dari jumlah tersebut 40 laporan diantaranya merupakan subtansi pendidikan. Dimana laporan terkait pemotongan/pungli di sekolah baik dari jenjang TK,SD, SMP, SMA/SMK masih kerap terjadi dan berada diurutan teratas.

Maka dari itu, pihak Ombudsman memperingatkan pihak sekolah agar tidak lagi melakukan praktek-praktek (pungli) yang tidak dibenarkan apapun alasannya. Bahkan Ombudsman berkomitmen akan terus mengawal secara focus. (red)