Beranda PENDIDIKAN Doktor Zul Ingin JSIT Jadi Model Sekolah Islam Bertaraf Internasional di Indonesia

Doktor Zul Ingin JSIT Jadi Model Sekolah Islam Bertaraf Internasional di Indonesia

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Menghadapi kemajuan pembangunan di NTB, khususnya dengan terpilihnya NTB sebagai tuan rumah penyelenggaraan event internasional MotoGP di Kawasan Mandalika Lombok pada tahun 2021 mendatang, akan berdampak besar terhadap masuknya investor-investor besar dan hebat dari luar negeri. Kemajuan ini tentu akan sejalan dengan kebutuhan akan pendidikan yang hebat dan tentunya bertarap internasional.

Terkait dengan hal itu, Gubernur NTB Doktor Zul menginginkan Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang ada di NTB ini, menjadi salah satu model sekolah islam terpadu yang bertaraf internasional di Indonesia.

Berita Terkait:  Disdikbud Sumbawa Bakal Sosialisasikan Aplikasi RKAS

Harapan besar orang nomor satu di NTB itu disampaikan saat menjadi keynot speaker pada acara Parenting Akbar JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu) Indonesia, di Ball Room Islamic Center NTB, Kamis, (28/3).

Oleh karena itu gubernur menekankan, kedepan tenaga pendidik di Sekolah Islam Terpadu yang ada, dalam proses pendidikan kepada siswa, tidak hanya ditekan untuk pandai menghafal Qur’an, pandai belajar agama, tapi juga harus unggul dan tidak boleh lemah dalam pelajaran matematika sains dan teknologi.

Berita Terkait:  Mari Jaga Indonesia dengan Empat Pilar Kebangsaan

“Salah satu kelemahan dunia Islam, terutama Sekolah Islam di Jakarta dan termasuk di NTB ini, adalah kita pandai menghafal Qur’an, kita pandai belajar agama, tapi biasanya lemah dalam pelajaran matematika sains dan teknologi,” ungkapnya.

Doktor Zul berharap, kedepan JSIT harus mampu memiliki guru-guru yang mampu menberitakan kepada anak-anak didik kita tentang keagungan Allah SWT, tapi juga mampu menceritakan bagaiman maha besarnya Allah SWT, dengan cerita-cerita indah di Dunia Matematika sains dan teknologi.

Berita Terkait:  Gubernur NTB : "Kita Butuh Inovasi"

“Saya menginginkan anak-anak Nusa Tenggara Barat mampu menghafal Qur’an, mampu menghafal Hadist Nabi Muhammad SAW, tapi juga harus mampu menjadi Dokter yang baik, mampu menjadi Bankers, mampu menjadi ekonom, insinyur dan profesi-profesi lainnya,” harapnya. (NM1)