Beranda PENDIDIKAN Dispussip Bedah Buku Sejarah Lokal Sumbawa

Dispussip Bedah Buku Sejarah Lokal Sumbawa

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWADinas Perpustakaan dan Arsip (Dispussip) Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan Bedah Buku Sejarah Lokal Sumbawa Rabu (12/6) kemarin. Kegiatan yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati setempat, dibuka secara resmi Bupati Sumbawa melalui Penjabat Sekretaris Daerah, Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Menyulam Kembali Jejak Peradaban Sejarah”, menghadirkan budayawan nasional yang juga Staf Ahli Budaya Kementerian Pariwisata RI, Taufik Rahzen sebagai narasumber pembedah.

Selain itu juga dihadiri narasumber Adi suryo S.Sos MA. Kemudian sebagai moderator Azisuddin, S.T., S.Sos DAN Dr. Andi Haris, S.Pd., M.Pd. Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Kepala Dispussip Kabupaten Sumbawa, para penulis, dan tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Kegiatan ditandai dengan penyerahan secara simbolis 1000 eksamplar buku Bahasa Indonesia dan 1000 eksamplar buku Bahasa Inggris oleh Taufik Rahzen kepada Bupati Sumbawa yang diawakili Penjabat Sekda.

Berita Terkait:  Gubernur NTB Ngaku Kaget dan Penasaran dengan Hafiz Cilik Ini

Bupati Sumbawa, H. M.Husni Djibril, B.Sc dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt Sekda, Dr. H. Muhammad Ikhsan M.Pd menyampaikan, pelaksanaan bedah buku yang digagas  atas kerjasama Bidang Kearsipan dengan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Sumbawa ini.

Disamping sebagai momentum menggali peradaban Tau ke Tana Samawa,   juga bertujuan sebagai terwujudnya autentitas dan akuntabilitas karya penulis. Kemudian  terwujudnya penyelamatan dan pelestarian naskah sumber arsip sejarah lokal, dan tersedianya literatur sejarah sebagai salah satu  sumber riset/penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Dijelaskannya, pengungkapan sejarah Sumbawa dengan memperlihatkan fakta dan data yang terekam dalam arsip merupakan tugas mulia yang bertujuan mengukuhkan kembali kesadaran masyarakat Sumbawa khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya terhadap nilai-nilai perjuangan dan keutuhan berbangsa dan bernegara.

Data dan fakta yang terkandung dalam arsip sebagai memori kolektif, dan jati diri bangsa serta warisan nasional yang merefleksikan bagaimana suatu daerah ikut memberi warna dan corak dalam sejarah perjalanan bangsa dari masa ke masa.

Berita Terkait:  Dirumahkan 14 Hari, Peserta Didik di Sumbawa Diminta Tetap Belajar

“Dengan mencermati data dan fakta tersebut akan diperoleh informasi akurat dan obyektif mengenai peran masing-masing daerah dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia dalam bingkai NKRI,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas prestasi terbaik I tingkat nasional kepada lembaga kearsipan daerah pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumbawa yang telah diraih pada April lalu.

Sebelumnya, Plt Kepala Dispussip Kabupaten Sumbawa, Sulaiman, S.Sos melaporkan, tujuan dilaksanakan bedah buku ini untuk memberikan motivasi kepada penulis dalam mengembangkan kapasitas dan kompetensi.

Sehingga kelak mampu melahirkan karya yang jauh lebih baik. Kemudian untuk mempublikasikan hasil karya tulis kepada masyarakat luas dan menciptakan hasil karya yang bisa menjadi referensi sumber pembelajaran dan kajian bagi masyarakat luas tentang sejarah Sumbawa.

Disebutkannya, kegiatan yang kedua kalinya ini, berlangsung atas kerjasama dengan JKPI dan MSI Kabupaten Sumbawa. Serta dukungan kuat dari lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa. Pelaksanaannya  selama dua hari mulai Rabu (12/6) hingga Kamis (13/6).

Berita Terkait:  Masa Depan NTB Ada Ditangan Anak Muda yang Kreatif

Adapun judul buku yang akan dibedak yakni, Sejarah dan Perkembangan Islam di Sumbawa karya Hery Musbiawan, Sejarah Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia di Sumbawa karya Aries Zukarnaen dan Agus M. Jihad, Semesta Destinasi Waktu dan Pertemuan Arus Global karya Syamsu Ardiansyah, Pemimpin Yang Tidak Melawan Arus (Sejarah Pemikiran Sultan Muhammad Kaharuddin III (1931- 1958) karya Ridho Fisabilillah, Gerakan Pemikiran yang diusung oleh gerakan Nahdlatoel Oelama (NO) Pertengahan Abad 19 di Tana Samawa karya Ray Saputra, Empang di Masa  Pemerintahan Lalu Mangandar Alam Dea Radan Tampak (1921-1930) karya Koedrat Hidayat.

Pihaknya menyampaikan rasa salut dan apresiasi kepada penulis atas semangat dan dedikasinya dalam empat tahun terakhir. Dimana telah berkenan menjadi mitra kerja serta menyumbangkan ide serta kreatifitasnya kepada Dispussip. (NM3)