Beranda PENDIDIKAN Belajar Tatap Muka di Sumbawa Akan Dievaluasi

Belajar Tatap Muka di Sumbawa Akan Dievaluasi

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Gugus tugas provinsi NTB telah mengumumkan adanya tambahan 26 kasus baru covid-19 pada Selasa (3/11) lalu. Dari jumlah tersebut, 13 diantaranya dari Kabupaten Sumbawa, dan terdapat anak usia pelajar.

Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa tengah melakukan penelusuran terhadap anak usia pelajar dimaksud.

“Jadi terkait adanya terinfeksi covid-19 pada usia pelajar, kami sekarang sedang menelusuri dan memanggil pengawas TK/PAUD, penilik, agar bisa sesegera mungkin menelusuri dimana alamatnya. Karena dirilis hanya inisial, jadi kita tidak tahu persis yang jelas alamat tempat tinggalnya yang ada. Kami berkoordinasi dengan tim covid-19 di Dikes terkait dengan data khusus yang usia pelajar, supaya kami cepat menelusuri,” kata Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Ir. Surya Darmasya kepada wartawan, Kamis (5/11).

Berita Terkait:  Selamat! Tiga Siswa SDN 7 Sumbawa Boyong Empat Medali di Kejuaraan Taekwondo 

Menurutnya, dengan adanya usia pelajar yang terinfeksi covid-19, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pembelajaran tatap muka yang dilakukan.

“Ke depan terkait sistem pembelajaran tatap muka ini akan kita evaluasi. Apakah ini akan berlanjut dengan normal atau kami akan penundaan dulu karena ini terinfeksinya terlalu kita tidak sangka-sangka. Tapi ini belum jelas juga apakah itu pelajar SD anak sekolah. Tapi kalau kita lihat usia ada yang 8 tahun, 10 tahun. Ini yang 8 tahun saya konfirmasi dengan Dikes tidak ada data. Kalau yang 10 tahun itu pelajar, yang 6 tahun pelajar, yang 13 tahun juga belum ada data. Begitu juga yang lain-lain belum ada data. Yang 17 tahun, 9 tahun, 15 tahun apakah dia sekolah atau tidak, ini belum jelas,” terangnya.

Berita Terkait:  Dua Siswa NTB Ukir Prestasi Gemilang Tingkat Internasional

Dari diskusi yang dilakukan dengan seksi kurikulum, diakuinya, harus dilakukan evaluasi. Apakah mengurangi waktu pembelajaran tatap muka atau tetap dengan waktu yang sudah dilaksanakan. Tetapi yang jelas untuk melanjutkan ke tatap muka dalam kondisi normal belum bisa ditetapkan.

“Yang sudah ini (berjalan red) kita evaluasi. karena dari 20 menit sekarang ke 30 menit dan mungkin akan kita kembalikan ke semula mungkin 20 menit. Karena sebetulnya tatap muka ini, begitu si anak datang dicek suhu tubuh langsung masuk itu protokolnya. Jadi gak boleh ada yang bermain-main. Begitu juga istirahat, istirahat dalam kelas. Dan pulang anak-anak langsung pulang, gak boleh ada yang berkerumunan atau belanja di kantin itu belum diizinkan. Jadi betul-betul tatap muka ini kita terapkan protokol kesehatan secara ketat,” pungkasnya. (red) 

Berita Terkait:  Kadis Dikbud NTB : 500 Pelajar ke Luar Negeri Tiap Tahun Memungkinkan!