Beranda PENDIDIKAN Alhamdulillah, UNBK di Kabupaten Sumbawa Sukses

Alhamdulillah, UNBK di Kabupaten Sumbawa Sukses

BERBAGI
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, H Sahril, SPd MPd didampingi Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP Dinas Dikbud setempat, Sudarli. (Foto Desain : Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA – Sebagaimana diketahui pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk jenjang SMPT/MTs berlangsung selama empat (4) hari, yakni terhitung mulai tanggal 22 hingga 25 April 2019.

Kepada media ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, H Sahril didampingi Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP Dinas Dikbud setempat, Sudarli menyatakan secara umum proses UNBK di Kabupaten Sumbawa berjalan baik dan lancar.

“Alhamdulillah, proses atau pelaksanaan UNBK berjalan lancar dan sukses,” ungkap Sahril kepada media ini, Jum’at 26 April 2019 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Meski dengan kondisi sarpras terbatas termasuk kondisi geografis yang sulit, menurutnya dari 132 sekolah penyelenggara ujian nasional (SMP/MTs) berjalan baik sesuai dengan harapan.

Ini terlihat dari dukungan dan semangat bersama semua pihak dalam berkolaborasi luar biasa menyukseskan UNBK mulai dari hari pertama hingga terakhir.

Berita Terkait:  Simulasi UNBK Tahap II, Tekankan Pada Kesiapan Penyelenggara

Kendati demikian, tak ditampik Sahril memang ada beberapa kendala dilapangan, namun hal itu dapat teratasi dengan baik.

Contohnya kata dia, listrik yang sempat mati dikarenakan kondisi geografis dan bentangan Kabupaten Sumbawa yang luas, sehingga membuat beberapa wilayah mati listrik, seperti pohon tumbang dan tehnis lainnya.

“Tapi berkat dukungan dan kerjasama semua pihak, termasuk PLN melalui surat Bupati Sumbawa semua dapat teratasi,” kata Sahril yang juga diiyakan oleh Sudarli.

Tak hanya itu, ada beberapa sekolah yang terpaksa harus turun gunung menyeberangi lautan untuk bergabung dengan sekolah lain dalam rangka mensukseskan UNBK.

Namun, sebagian besar sekolah juga membangun kerjasama dengan wali murid dan para guru dalam menyediakan fasilitas UNBK berupa Laptop guna mencukupi kekurangan lainnya.

Hal luar biasa juga terlihat dikesempatan itu lebih lanjut dikatakan Sahril, begitu besarnya perhatian para orang tua memfasilitasi kendaraan dari sekolah asal ke sekolah tempat bergabungnya UNBK.

Berita Terkait:  Dikbud Rentan Berurusan dengan APH

“Intinya dinamika ini berjalan dengan baik. Tentu semuanya tidak mudah, tapi berkat semangat, dukungan, kerjasama yang baik dari semua pihak semuanya berjalan lancar,” terang mantan Kepala DPMPTSP Sumbawa ini.

“Untuk itu, kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, seperti kepala sekolah, kepala madrasah, para guru, pengawas ujian, proktor, tehnisi, orang tua wali, Dikbud Propinsi NTB, SMA dan SMK se-Kabupaten Sunbawa sebagai tempat bergabung UNBK, termasuk pihak PLN Cabang Sumbawa  disemua wilayah PLN pada 24 Kecamatan yang ada,” demikian Sahril.

Sementara itu, Sudarli menambahkan pihaknya tak menepis bahwa Dikbud Sumbawa sangat menyadari bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi demi kesempurnaan UNBK kedepannya.

Untuk itu, sambil berbenah kata pria yang akrab disapa Darli ini Dikbud akan mengevaluasi proses UNBK hingga menemukan formula yang tepat dalam mempersiapkan UNBK pada tahun mendatang.

Berita Terkait:  Bupati Sumbawa Lepas Peserta Paskibraka dan Olimpiade Literasi Tingkat Nasional

“Insya Allah akan kita evaluasi, ini semua demi sebuah kemajuan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa yang hebat dan bermartabat untuk lebih baik lagi kedepannya,” tuturnya.

Untuk diketahui lebih jauh diungkapkannya, bahwa di Kabupaten Sumbawa UNBK diikuti 7.802 pelajar menjadi peserta UNBK yang berada di 132 sekolah.

Dari jumlah sekolah tersebut, 62 diantaranya sudah melaksanakan UNBK secara mandiri, 41 SMP dan 21 MTs. Sedangkan yang bergabung ada 70 sekolah diantara 62 SMP dan 8 MTs.

Pelaksanaan UNBK sendiri berlangsung selama 4 hari, mulai 22 hingga 25 April. Mata pelajaran yang diujiankan antara lain Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). (NM1)