Beranda PENDIDIKAN Alasannya Apa..? Sudah Dapat USO, SMPN 2 UI Belum Bisa UNBK Mandiri

Alasannya Apa..? Sudah Dapat USO, SMPN 2 UI Belum Bisa UNBK Mandiri

BERBAGI
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Unter Iwis Kabupaten Sumbawa, Drs Abdul Azis (Foto Design : Bobby Maramis)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — SMP Negeri 2 Unter Iwes, adalah salah satu sekolah di Kabupaten Sumbawa, yang belum mampu melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri.

Ini dikarenakan sekolah bersangkutan belum terlayani fasilitas internet dengan baik. Alhasil, untuk dapat merasakan ujian dengan menggunakan perangkat lunak tersebut, sekolah ini harus rela menumpang di SMK Negeri 2 Sumbawa. Tradisi ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Namun, tahun ini SMPN 2 Unter Iwes, mendapatkan bantuan Universal Satelite Obligation (USO) dari Pusat Telekomunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Bantuan berupa satelit khusus ini diberikan bagi sekolah yang belum terjangkau atau terlayani internet, agar dapat melaksanakan UNBK. USO ini bukan saja bisa dipakai untuk UNBK. Tapi dapat digunakan juga untuk proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Berita Terkait:  Wagub Berikan Sejumlah Penekanan Penting di Acara Jangzulmi

Sayangnya, meski sudah ada USO, hal itu ternyata belum mampu menjamin sekolah tersebut bakal mampu menerapkan UNBK secara mandiri layaknya sekolah lain. Ini disebabkan, fasilitas pendukung untuk terwujudnya UNBK mandiri belum tersedia. Fasilitas dimaksud adalah server dan laptop.

“Iya, sekolah kami tahun ini memang dapat bantuan USO. Tapi untuk UNBK mandiri sepertinya belum bisa. Masalahnya, fasilitas pendukungnya belum lengkap,” ungkap Kepala SMP negeri 2 Unter Iwes, Drs Abdul Azis kepada www.nusramedia.com.

Berita Terkait:  Wujudkan Pilkada Berkualitas, KPU Sumbawa Bersinergi dengan Lembaga Pendidikan

Di sekolahnya kata Abdul Azis, saat ini belum memiliki server sama sekali. Untuk dapat melaksanakan UNBK secara mandiri, sekolahnya membutuhkan dua unit server. Satu untuk intinya, dan satunya cadangan.

Kemudian menyangkut laptop, baru tersedia dua unit. Agar 45 siswa kelas IX yang tahun ini melaksanakan ujian nasional dapat terlayani dengan baik, sekolahnya membutuhkan minimal 20 unit lagi. “Laptop yang ada sekarang baru dua. Kalau server, kita belum ada sama sekali,” ujarnya.

Berita Terkait:  "The Power of 4P" Program Gebrakan Dikbud NTB

Meski fasilitas pendukung belumlah lengkap, mantan Kepala SMPN 3 Sumbawa ini, menegaskan sekolahnya tetap berihtiar dapat mewujudkan UNBK secara mandiri.

Masalah fasilitas pendukung yang belum lengkap ini, akan coba dikomunikasikan dengan rekan-rekan guru. Komite sekolah juga akan diajak untuk urun rembuk, agar dapat menyampaikan kepada orang tua wali murid tentang kondisi tersebut.

Bantuan dari pihak ketiga juga tetap diupayakan. “Yah, kalau fasilitas pendukungnya tidak bisa dipenuhi tahun ini, terpaksa kita numpang UNBK lagi di SMKN 2 Sumbawa,” demikian Abdul Azis. (NM5)