Beranda PENDIDIKAN 48 Pelajar dan Guru Terdampak Kebakaran, Dikbud Sumbawa Segera Salurkan Bantuan Mendasar

48 Pelajar dan Guru Terdampak Kebakaran, Dikbud Sumbawa Segera Salurkan Bantuan Mendasar

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pasca terjadinya kebakaran yang menimpa 75 rumah di Desa Batu Rotok, Kecamatan Batu Lanteh,  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa turut melakukan pendataan. Diketahui ada 48 pelajar dan guru yang juga menjadi korban terdampak kebakaran tersebut.

“Murid kita yang terdampak jumlahnya 35 orang di SD dan SMP. Kemudian 13 guru yang terdampak,” ungkap Kepala Dinas Dikbud Sumbawa, Selasa (10/11).

Dikatakan Haji Sahril, saat ini pihaknya sedang melakukan identifikasi secara faktual terhadap kebutuhan dasar mereka. Contohnya siswa untuk sarana belajar secara pribadi seperti sepatu, buku, tas dan pakaian seragam. Begitupula dengan kebutuhan para guru.

Berita Terkait:  Saifudin Zuhri : Guru Honorer Masih Jauh dari Kesejahteraan

“Itu yang kita identifikasi kebutuhan mendasarnya. Jadi kita nanti identifikasi satu persatu secara individual,” jelasnya.

Selain akan memberikan bantuan mendasar kepada para korban dimaksud, Dikbud Sumbawa juga sudah menyiapkan posko bantuan di masing-masing bidang. Seperti Bidang Sekolah Dasar (SD) posko bertempat di Dinas Dikbud.

Sedangkan bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) langsung berkoordinasi dengan forum komunikasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Untuk bantuan korban bencana kebakaran ini, sedang dalam tahap konsolidasi.

Berita Terkait:  Lampu Hijau Nih! NTB dan Kujawsko-Pomorskie Bakal Jalin Kerjasama

“Ini yang sedang kita konsolidasikan sampai dengan hari ini. Mudah-mudahan minggu depan kita sudah bisa antarkan bantuannya,” harap haji Sahril.

Diterangkannya, sementara ini untuk aktifitas belajar mengajar di sekolah yang berada di Desa Batu Rotok sudah diliburkan hingga pekan depan. Dalam hal ini ada tiga sekolah yang diliburkan yaitu dua Sekolah Dasar (SD) dan 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Nanti kita lihat situasi dan kondisi beban psikologis teman kita di sana baik murid maupun guru. Ketika mereka sudah mulai hilang traumanya kita minta untuk kembali belajar seperti biasa,” tambahnya.

Berita Terkait:  Mendik Malaysia dan Gubernur Saksikan MoU LPP NTB dengan 18 Universitas di Malaysia

Haji Sahril menegaskan, pihaknya ingin memastikan agar para guru terdampak dalam melaksanakan tugas tidak terlalu terbebani dengan musibah yang dihadapi. Begitupula para siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar nantinya.

“Kami atas nama jajaran Dikbud sangat prihatin, berduka dan berbela sungkawa terhadap musibah teman kita di Desa Batu Rotok. Saya percaya keadaan masa depan kita bisa bangkit secara bersama-sama,” pungkasnya. (red)