Beranda PEMERINTAHAN Wabup Sarif Sambut Kedatangan Anggota DPRD Badung

Wabup Sarif Sambut Kedatangan Anggota DPRD Badung

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK UTARA — Dalam rangka study komparasi, anggota DPRD Kabupaten Badung Provinsi Bali berkunjung ke Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kedatangan para wakil rakyat dari Badung itu disambut langsung oleh Wakil Bupati Lombok Utara, H Sarifudin.

Dihadapan rombongan yang dipimpin oleh I Made Sumerta (Ketua Komisi IV) dan I Nyoman Dirgayusa (Ketua Komisi II), Wabup Sarif menyampaikan selamat datang di Lombok Utara.

Ia juga memaparkan deskripsi umum Kabupaten Lombok Utara. Menurutnya, KLU merupakan kabupaten baru dari 10 kabupaten/kota di NTB.

Dimana kata dia, terbentuk berdasarkan UU nomor 26 tahun 2008 tanggal 24 Juni 2008 dan disahkan secara resmi 21 Juli 2008. Sehingga ditetapkan sebagai hari ulang tahun KLU.

Secara administratif KLU terdiri dari 5 (lima) kecamatan, yaitu Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung dan Pemenang dengan jumlah penduduk 240 ribu jiwa serta tingkat populasi lebih dari 20 persen.

Adapun jumlah desanya sebanyak 33 desa definitif dan 10 desa pemekaran dengan 270 dusun. “Kabupaten kami terdiri 5 kecamatan, 33 desa ditambah 10 desa baru. Sedangkan jumlah dusun di KLU sebanyak 270 dusun,” urai Sarif.

Berita Terkait:  Polda NTB Jamin Keamanan dalam Keberagaman

Batas-batas wilayah KLU diantaranya sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah Barat Selat Lombok, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah. Kemudian di sebelah timurnya KLU berbatasan dengan Kabupaten Lombok Timur.

Bahkan dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) KLU, sebutnya yaitu sebesar Rp 200 Miliar dengan sumber PAD terbesar dari sektor pariwisata dengan APBD sebesar Rp 1 triliun lebih.

“Potensi daerah kami ada pariwisata, perdagangan, pertanian dan perikanan. Di KLU tidak ada industri,” terangnya.

Tak hanya itu, orang nomor dua di KLU itu juga memaparkan kondisi terkini Lombok Utara yang lebih baik dari setahun lalu. Mengacu data terbaru BPBD setempat, dari sejumlah 54 ribu rumah warga yang rusak berat dan hampir 70 ribu rusak sedang dan rusak ringan hingga saat ini ada sebanyak 50 persen tengah dalam proses pembangunan.

Berita Terkait:  Salurkan Bansos PKH, Pemkot Mataram Kukuhkan Kampung Siaga 2018

“Alhamdulillah, kondisi kami sampai hari ini lebih baik ketimbang setahun lalu. Sisanya sedang berproses,” demikian Wabup Sarif.

Srmentara itu, Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta mengungkapkan maksud kunjungan sembari turut prihatin atas bencana yang menimpa KLU.

Pascagempa pihaknya melihat bangunan-bangunan di KLU rata dengan tanah dari Pemenang sampai Tanjung, dan beberapa diantaranya sedang ‘Onn Progres’.

Rombongan kunjungan kerja, sambung Sumerta, juga ingin mengetahui sejauh mana peran Pemkab Lombok Utara dalam menangani pembangunan pada fase rehab rekon.

Mengingat kata dia, pemerintah pusat sangat intens turun terutama terkait dengan pembangunan rumah tahan gempa (RTG).

Dengan kondisi serba sulit ditambah bangunaan yang tidak ada, rombongan DPRD Badung juga ingin mengetahui peran pemerintah setempat dalam memulihkan pendidikan.

Sehingga proses belajar mengajar di sekolah tidak terganggu dan tertinggal. Merunut pada amanat UU, di mana 20 persen Dana APBN untuk Pendidikan.

Berita Terkait:  Inilah Penjelasan Gubernur Terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD NTB TA 2018

Ditambahkan Ketua Komisi II DPRD Badung I Nyoman Dirgayusa, SE menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Wakil Bupati Sarifudin mengingat di sela-sela kesibukan masih menyempatkan diri menyambut kedatangan dan bertatap muka secara langsung pihaknya.

“Kami dari komisi II datang ke Lombok Utara ini tidak lain untuk mengadakan study komparasi tentang pariwisata. Sedangkan komisi IV ingin menggali terkait aspek sosial dan kesehatan”, ungkapnya.

Ditambahkannya, KLU mempunyai Gili Trawangan yang berpantai sangat indah. Pihaknya berdecak kagum dengan keindahan destinasi Lombok Utara tersebut seperti pasir yang berkilau hingga ramah lingkungan lantaran jauh dari polusi.

“Kami belum punya pantai yang sebaik Gili Trawangan. Selain jauh dari polusi juga pasirnya berkilau. Itulah yang kami ingin pelajari disini, karena ke depannya jualan pariwisata yang laku adalah no polution,” tutup Dirgayusa. (NM2)