Beranda PEMERINTAHAN Turun ke Pasar, Hj Rohmi : Kita Ingin Selamatkan Perekonomian Juga

Turun ke Pasar, Hj Rohmi : Kita Ingin Selamatkan Perekonomian Juga

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, MATARAM — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd melakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok di pasar Kebon Roek dan Pasar Mandalika, Mataram, Kamis (9/5).

Didampingi Kadis Perdagangan, Hj. Sally Andayani, perwakilan Badan POM, perwakilan BI, dan Kepala OPD Provinsi NTB terkait serta satgas pangan Polda NTB, Wagub blusukan dipasar untuk bertemu langsung dengan para pedagang.

Pantauan ini dilakukan untuk memastikan harga-harga di pasaran tetap stabil. Seperti diketahui, di bulan Ramadan hingga menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya ada kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal ini terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat.

Berita Terkait:  Bupati Husni Ambil Sumpah Janji 238 PNS

Wagub memaparkan, berdasarkan hasil pantauannya, harga bawang putih yang dikhawatirkan berada pada angka 60-70 ribu, kini berada dikisaran 40 ribu. Begitupun bawang merah, berada pada angka Rp 13 ribu.

Selain bawang dan beberapa kebutuhan lainnya, diesempatan itu Wagub juga focus menyoroti persoalan daging.

Dimana ia mengindikasikan ada pengemasan daging impor dicampur dengan daging local.

“Ini yang kita khawatirkan. Kita juga sempatkan berkunjung kesini, ke distributor daging milik CV. 88 di Turida. Idealnya daging impor itu sampai ke tangan konsumen dalam kondisi beku. Sedangkan tadi kita temui di pasar, ada yang dijual dalam kondisi yang sama dengan daging lokal. Artinya sudah cair,” ungkap Hj Rohmi.

Berita Terkait:  Diskominfotik Bakal Bentuk Duta NTB Care

“Jika dagingnya sudah lama kan berbahaya. Kami juga sudah minta ke distributor daging untuk menjual harus disiapkan juga Coolbox.¬†Nantikan akan terus di pantau oleh Bu Sally dari Dinas Perdagangan,” tambahnya lagi.

Lebih jauh Wagub mengungkapkan, harga daging lokal dan impor yang ia temui perbedaannya cukup jauh dan kebanyakan masyarakat tidak bisa membedakan.

“Daging lokal dikisaran harga 135 ribu sedangkan daging impor di 80 ribuan. Jangan sampai masyarakat tidak tahu,” tegasnya

Berita Terkait:  Isvie Harap Rekomendasi DPRD NTB Segera Ditindak Lanjuti

Wagub berharap para pedagang jangan sampai merugikan pembeli dan masyarakat NTB.

“Mudah-mudahan dengan kita turun kepasar, para pedagang di pasar bisa menjual daging sesuai dengan harganya. Kita tidak ingin para penjual menyamakan harga nya dengan daging lokal. Masyarakat jangan sampai dirugikan. Karena kita ingin menyelamatkan perekonomian juga,” tutupnya. (NM1)