Beranda PEMERINTAHAN Tokoh Perintis Terbentuknya KLU Tutup Usia, Bupati : “Beliau Orang Baik dan...

Tokoh Perintis Terbentuknya KLU Tutup Usia, Bupati : “Beliau Orang Baik dan Berjasa Besar”

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, LOMBOK UTARA — Kabupaten Lombok Utara (KLU) berduka. Pasalnya, salah satu tokoh perintis terbentuknya Lombok Utara, H Anggeng Aswadi (Almarhum) tutup usia pada Selasa (2/4) lalu.

Diketahui semasa hidupnya, sosok Anggota DPRD Lombok Barat (1997-2009 atau 3 Periode) tersebut bersama tokoh lainnya telah banyak berbuat bagi daerah.

Jenazah Almarhum dikebumikan pada Rabu (3/4) kemarin selepas Sholat Dzuhur tepatnya di Pemakaman Dusun Kapu Janggala Tanjung.

Bupati Lombok Utara, H Najmu Akhyar pada saat menghadiri pemakaman, mengungkapkan penuh kenangan bersama almarhum

Diceritakannya, semasa kecil sudah sering melihat dan menyimak Almarhum di podium. Seiring waktu, kemudian bersamanya pula berkiprah di DPRD Lombok Barat.

“Pada saat bersama di DPRD Lobar, beliau sebagai penasihat DPRD, menjadi tauladan bagi kami di dewan, terutama anggota dewan yang berasal dari Lombok Utara. Beliau tekun dan fokus terhadap tugas yang diembannya, tak pernah terbengkalai, selalu selesai,” kata Bupati Najmul

Berita Terkait:  Dinilai Tak Alergi Kritik, Muzihir : Zul Pemimpin yang Responsif dan Terbuka

Kepergian H Anggeng Aswadi lanjut Bupati, merupakan duka bagi Lombok Utara. Menurutnya, sosok Almarhum perlu dan layak dikenang jasa dan kebaikkan yang telah diperbuat semasa hidupnya.

Terlebih dalam merintis terbentuknya Kabupaten Lombok Utara, sebagai bagian dari tim pemekaran saat itu.

“Atas nama Pemda dan masyarakat KLU, kami menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya beliau yang banyak berjasa bagi Lombok Utara yang kita cintai ini,” ucapnya haru.

Dalam tausiyahnya, orang nomor satu di KLU itu menyampaikan tak ada kesabaran yang sia-sia. Dengan kesabaran yang berhikmah, Allah SWT meningkatkan derajat manusia dan terhapus dosa-dosanya.

“Kematian adalah pelajaran diam. Tak ada kemampuan manusia memajukan dan memundurkan sedetikpun, bila Allah SWT berkehendak. Saat ajal datang menghadap kehadirat Allah SWT,” tuturnya.

Berita Terkait:  KKP–RI Apresiasi DKP Sumbawa

Kubur kata Bupati adalah tempat menjawab pertanyaan Tuhan, yang jawabannya berdasarkan amal perbuatan, sekaligus sebagai pelajaran untuk orang-orang yang masih hidup, arti dari kematian.

Sementara itu, mantan Asisten I Setda KLU, Drs H Alwi menyatakan bahwa almarhum adalah tokoh utama sekaligus orang yang berjasa besar tergabung dalam komite pemekaran Lobar.

Karirnya meniti dari Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tanjung hingga menjadi anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat selama tiga periode lamanya.

“Setelah pensiun, beliau menjadi barisan utama komite pemekaran terbentuknya Lombok Utara yang hari ini kita rasakan bersama, daerah kabupaten yang mekar dari Lombok Barat. Patut kita mendoakan agar beliau selamat dunia dan akhirat. Semoga amalnya diterima dan ditempatkan disisi Allah SWT,” do’anya.

Mantan Asisten pada Setda Lobar tersebut, mengharapkan agar jasa almarhum jangan pernah dilupakan. KLU kini telah menapaki dasawarsa kedua sejak terbentuk pada tahun 2008 silam.

Berita Terkait:  Gubernur NTB Minta Pemkab Optimalkan Perusahaan Tambang

Tak hanya itu, masih dikesempatan yang sama. Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Regional Bali Nusra, Kamardi yang juga turut hadir di pemakaman menuturkan almarhum pernah menjadi Kepala Desa Jenggala yang memimpin masyarakatnya.

Menurutnya sosok Almarhum adalah teladan yang patut digugu, lantaran semangat dan ketekunannya.

“Selamat berpulang kerahmatullah miq Anggeng (Alm), tenang dan lapang di alam barzah, amien,” ucap Kamardi turut mendoakan Almarhum.

Untuk diketahui, selain Bupati Najmul, Ketua AMAN Regional Bali Nusra, mantan Asisten I Setda KLU, juga nampak hadir Sekda KLU, H Suardi dan sejumlah Kepala OPD Lingkup Pemda KLU.

Kemudian, sahabat sejawat Alm H Anggeng yakni masa DPRD KLU Mariadi dan Jasman Hadi anggota DPRD Lobar Lukman Mukhtar, sanak keluarga dan handai taulan, serta jamaah dan masyarakat yang mengenal almarhum. (NM2)