Beranda PEMERINTAHAN Tiga Raperda Disetujui Jadi Perda

Tiga Raperda Disetujui Jadi Perda

BERBAGI

MATARAM — Dari lima buah rancangan peraturan daerah (raperda) yang dibahas oleh sejumlah panitia khusus atau kerap disebut pansus, akhirnya tiga raperda diantaranya disetujui menjadi peraturan daerah (perda) pada rapat paripurna DPRD NTB yang berlangsung Rabu (14/4) di Mataram.

Lima raperda ini meliputi usulan DPRD dan Gubernur NTB. Untuk usulan dewan ada tiga raperda yakni, raperda tentang penyelenggaraan desa wisata. Kedua, raperda tentang pengakuan, penghargaan dan perlindungan terhadap kesatuan-kesatuan masyarakat adat.

Kemudian yang ketiga, yaitu raperda tentang perubahan atas Perda NTB Nomor 4 tahun 2006 tentang usaha budidaya dan kemitraan perkebunan tembakau virginia di nusa tenggara barat. Sedangkan dua raperda prakarsa Gubernur NTB adalah, raperda tentang penyelenggaraan perpustakaan dan raperda tentang penjaminan mutu dan keamanan pangan segar asal tumbuhan.

Berita Terkait:  Wakili Sekda KLU, Hermanto Buka Sosialisasi Implementasi Simda Perencanaan

Dikatakan Hj Baiq Isvie Rupaeda selaku Pimpinan Sidang Paripurna, bahwa berdasarkan semua laporan pembahasan oleh pansus DPRD NTB bersama perangkat daerah dan tenaga ahli, tiga pansus menyetujui raperda yang dibahasnya ditetapkan menjadi perda. Sedangkan pansus lainnya meminta perpanjangan waktu.

Tiga raperda yang disetujui menjadi perda ini meliputi, raperda tentang penyelenggaraan perpustakaan, merupakan prakarsa Gubernur NTB. Kedua, raperda tentang penyelenggaraan desa wisata, dan ketiga raperda tentang pengakuan, penghargaan dan perlindungan terhadap kesatuan-kesatuan masyarakat adat di NTB (Prakarsa DPRD NTB).

Berita Terkait:  Pemda Sumbawa Selektif Rekomendasikan Penerbitan Sertifikat Lahan di Olat Maras

Pada dasarnya, seluruh pimpinan dan anggota DPRD NTB yang hadir diruang sidang utama itu sepakat menyetujui tiga buah raperda tersebut untuk diteruskan ketahap selanjutnya untuk nantinya ditetapkan menjadi Perda Provinsi NTB. Dikesempatan itu, Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah mengaku gembira dan mengapresiasi DPRD NTB atas kontribusi pemikiran (ide/gagasan) dalam bersama berikhtiar membangun regulasi yang berkualitas bagi daerah.

“Besar harapan kita agar seluruh regulasi yang dibahas dan dihasilkan dalam forum sidang dewan yang terhormat ini benar-benar bisa berfungsi mengatur jalannya pembangunan kearah kemajuan, perlindungan kepada masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan kehidupan masyarakat di Nusa Tenggara Barat,” harap Wagub NTB singkat.

Berita Terkait:  Bupati Lombok Utara Gelar Rapat Terbatas

Untuk diketahui, selain penyampaian laporan pansus, adapun agenda terakhir dalam rapat paripurna itu yaitu penyampaian laporan hasil reses pimpinan dan anggota DPRD provinsi NTB yang telah dilaksanakan pada Februari lalu. Penyerahan laporan hasil reses dilakukan secara simbolik, oleh perwakilan dari masing-masing daerah pemilihan (dapil). Ini mengingat situasi ditengah pandemi COVID19 dengan mengutamakan protokol kesehatan dan pencegahan penyakit menular, sehingga harus membatasi durasi rapat atau pertemuan dalam ruangan. (red)