Beranda PEMERINTAHAN Tertibkan PKL dan Parkir, Satpol PP Utamakan Tindakan Persuasif

Tertibkan PKL dan Parkir, Satpol PP Utamakan Tindakan Persuasif

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumbawa mersepon keluhan masyarakay atas semakin banyaknya pedagang kaki lima (PKL) dan penggunaan parkir yang memanfaatkan trotoar. Yakni Satpol PP setempat akan melakukan penertiban.

“Itu sesuai amanat Perda nomor 15 tahun 2018. Itu ada 8 tertib, salah satunya adalah tertib jalan. Bahwa untuk melindungi setiap orang sebagaimana dimaksud, maka Pemerintah Daerah melakukan penertiban penggunaan trotoar. Apakah trotoar itu digunakan untuk apa, termasuk PKL yang berjualan di trotoar. Semuanya diberlakukan, bukan hanya salah satu usaha tertentu,” ujar Kasat Pol PP, H Sahabuddin kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (9/9).

Berita Terkait:  Data Update, BNPB : 832 Jiwa Meninggal Dunia

Diungkapkan, dalam penertiban ini pihaknya akan menggunakan pendekatan persuasif. Memberikan penjelasan kepada para pedagang juga pengusaha terkait manfaat trotoar, juga keselamatan bagi semua pihak.

Untuk itu lanjut Sahabuddin, pihaknya berharap adanya kesadaran dan kerjasama para PKL dan pengusaha yang tidak memiliki lahan parkir, agar memahami aturan yang ada.

“Semua akan kita tertibkan. Kita coba persuasif. Agar mereka bisa memaksimalkan. Kalau disitu ada petugas parkir, maka maksimalkan petugas parkirnya. Bagi para PKL Mohon dipahami ini, agar mencari tempat yang betul-betul aman dari kendaraan. Tidak hanya untuk keindahan, itu juga untuk keselamatan mereka yang berdagang ini, termasuk para pengendara,” ungkapnya

Berita Terkait:  Gubernur NTB Sambut Kedatangan Presiden

Pihaknya mengakui belum ada solusi terhadap keberadaan PKL ketika nantinya ditertibkan. Yang jelas, untuk sementara Satpol PP akan meminta para pedagang untuk mencari lokasi berjualan yang lebih aman terlebih dahulu. Sambil pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas Koperindag dan Bapenda, yang menangani masalah pedagang.

“Saya kira kalau relokasi tempat maka harus berkoordinasi dulu dengan Diskoperindag dan Bapenda, yang terkait dengan usaha mereka. Karena kalau di kami tidak ada program bagi mereka kemana ruangnya, sehingga harus ada koordinasi dengan dinas terkait,” tukasnya. (NM4)

Berita Terkait:  Gubernur NTB Bakal Bertolak ke Negeri Jiran, Ini Fokusnya...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here