Beranda PEMERINTAHAN Sumbawa Kekurangan Seribuan ASN

Sumbawa Kekurangan Seribuan ASN

BERBAGI
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa, Syahruddin SH. (Foto : Roby Teja)

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Pemkab Sumbawa menyatakan saat ini kekurangan sekitar seribuan aparatur sipil negara (ASN).

Ini dikarenakan setiap tahun banyak ASN di Sumbawa yang memasuki masa pensiun.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa, Syahruddin S.H mengatakan,Pemkab Sumbawa masih kekurangan sekitar seribuan Tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kekurangan paling banyak berasal dari sektor pendidikan, yakni tenaga guru.

“Terkait kekurangan ASN, mungkin seribu lebih. Paling kurang tenaga pendidik. Sebab, dalam satu sekolah terkadang hanya Kepala sekolah dan dua orang guru yang berstatus ASN, terkadang pula hanya kepala sekolah saja yang PNS/ASN,” ujarnya, Kamis (9/5)

Berita Terkait:  Delapan WNA Dideportasi

Untuk tahun 2019 saja, ungkapnya, ada 274 ASN yang sudah dan akan pensiun. 66 orang  diantaranya dari pegawai struktural, 39 orang dari  fungsional umum (Tenaga TU, Sopir, pengelola data, juru pengairan).

Sedangkan 169 diantaranya berasal  dari tenaga fungsional  tertentu  seperti guru, pengawas sekolah dan  kepala sekolah.

Data tersebutlah yang kemudian menjadi acuan pemerintah dalam mengajukan formasi CPNS ditambah dengan sejumlah kekurangan sebelumnya kepada pemerintah pusat.

Sebab, berdasarkan informasi, seleksi CPNS diperkirakan akan digelar akhir tahun ini.

Berita Terkait:  Puskesmas Ropang Belum Tuntas

“Kalau kita mendengarkan informasi dari teman-teman BKD, tes CPNS akan dilaksanakan akhir tahun ini. Itu informasi yang kita dapatkan. Kita di Kabupaten hanya sebagai pelaksana, apabila dibuka, sudah diminta kepada kita berapa formasi, maka akan kita kirim formasi. Yang jelas ada permintaan dari pusat. Seperti tahun lalu, dikirim  formasi sekitar 1.500 lebih, kita dapatkan Cuma 275 formasi,” terangnya.

Ketika tes CPNS dibuka, jelasnya, selain tenaga lainnya, maka yang tetap diprioritaskan yakni tenaga pendidik dan kesehatan untuk mengisi kekurangan tersebut. (NM3) 

Berita Terkait:  Bupati Buka Pertemuan Koordinasi PPRB Pemda KLU