Beranda PEMERINTAHAN Soal Jalan Lingkungan di Dusun Sape, Jamal : “Insya Allah, Kami Siap...

Soal Jalan Lingkungan di Dusun Sape, Jamal : “Insya Allah, Kami Siap Jalankan Perintah”

BERBAGI
Plt Kepala Dinas Perkim Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jamaluddin. (NM)

MATARAM — Sabtu (16/1) lalu, Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah mengunjungi warga Dusun Sape, Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

Kedatangan orang nomor satu di NTB itu turut didampingi sejumlah kepala dinas lingkup Pemprov. Dalam kesempatan ini, Gubernur mendengar langsung segala harapan dan keluh kesah warga setempat.

Terutama persoalan infratsruktur jalan. Nampaknya kedatangan Bang Zul, menjadi keberkahan tersendiri bagi warga di Dusun Sape Kabul. Harapan masyarakatpun langsung direspon Gubernur NTB.

Bahkan ia meminta Kepala Dinas PUPR NTB untuk segera menyikapi persoalan jembatan. Termasuk jalan lingkungan yang diarahkan ke Dinas Perkim NTB. Kedua persoalan itu, menjadi harapan terbesar warga setempat.

Mereka berharap jembatan dan jalan lingkungan dapat direalisasikan. Mengingat di dusun tersebut faktor jalan sangatlah penting dan sangat dibutuhkan oleh warga.

Terkait jalan lingkungan, Plt Kepala Dinas Perkim NTB, Jamaluddin menyatakan kesiapan menjalankan atas apa yang perintahkan Gubrenur NTB. “Insya Allah, kita siap,” ujarnya, Senin (18/1) di Mataram.

Pria yang kerap disapa Jamal itu mengaku melihat langsung kondisi di dusun tersebut pada saat mendampingi Gubernur pada acara silaturahim beberapa hari lalu.

Berita Terkait:  Lombok Barat Segera Bentuk Satgas COVID-19

“Jadi jalan lingkungan ini merupakan harapan warga yang disampaikan ke pak gubernur kemarin. Karena dengan adanya jalan lingkungan ini, akan menghubungkan ke dusun-dusun yang lainnya yang ada di Desa Kabul,” kata Jamal.

Diperkirakannya, dana yang dibutuhkan untuk jalan lingkungan cukup besar. Oleh karena itu, pihaknya akan mengusulkan pada APBD Perubahan mendatang. “Nanti kita usul di APBD-P. Anggarannya sekitar dibawah Rp 200 juta,” ucap pria yang dikenal gereget dalam bekerja ini.

Menurut dia, pembangunan akan merata manakala semua pihak mampu berkolaborasi. Maka dari itu, ia berharap kepada anggota DPRD Provinsi/Kabupaten yang masuk dalam daerah pemilihan (dapil loteng/kecamatan praya barat daya) nya agar turut berperan serta.

Itu dimaksudkan agar kedepan program-program bisa diarahkan ke dusun/desa yang memang belum pernah mendapatkan sentuhan. Terutama soal pembangunan jalan layak bagi warga.

“Kami mohon anggota dewan juga dapat mengarahkan programnya. Sehingga dengan harapan kedepan terjadinya pemerataan pembangunan, baik itu di desa maupun dusun-dusun yang ada,” demikian Jamaluddin.

Berita Terkait:  NTB Tuan Rumah 13rd South East Biosphere Reserve Network

Diberitakan sebelumnya, Gubernur NTB mengatakan gemilang adalah kondisi saat sebuah tempat menjadi baik dan penuh keberkahan Tuhan (baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur). Namun pembangunan fisik sebagai bentuk kemajuan, harus pula ditata.

Pembangunan fisik, lanjutnya harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan serta memperhitungkan manfaatnya. Kesederhanaan, keaslian dan keindahan desa terkadang menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri bagi orang modern yang merindukan desa.

Namun demikian, Gubernur menginginkan kendala pembangunan di desa tetap menjadi perhatian dan tanggungjawab semua pihak mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten sampai pemerintah desa.

“Pembangunan perlu ditata. Pembangunan fisik menegasikan pembangunan non fisik,” kata Bang Zul sembari menegaskan bahwa peran pemuda sangat penting dalam sebuah pembangunan di daerah.

Kemudian persoalan jembatan. Kadis PU PR NTB, Sahdan mengatakan pihaknya akan berupaya mencarikan sumber anggarannya terlebih dahulu.

Tak ditampiknya, membangun jembatan membutuhkan anggaran besar. Sebagai alternatif, bisa dilakukan dengan sharing anggaran Pemrov dengan Kabupaten.

“Pembagiannya nanti siapa bangun bawah siapa bangun atas. Makanya nanti kita carikan anggarannya terlebih dahulu,” ucap Sahdan.

Berita Terkait:  Tambora NTB Sebagai Cagar Biosfer

“Saya kira sama harapannya (dibangun tahun ini) tidak hanya masyarakat, termasuk saya dan bapak gubernur juga. Cuma yang perlu kita ini (carikan) darimana dulu anggarannya,” imbuhnya.

Sekedar informasi, penduduk Susun Sape berjumlah 343 KK atau sekitar 650 jiwa. Penduduk Dusun Sape dominan dari kalangan petani, selebihnya adalah usaha cetak bata merah.

Di dusun tersebut hanya ada satu titik jalan keluar masuk yang bisa dilalui roda empat, tepatnya di kawasan Lauq. Jika Jembatan itu dibangun, maka akan memudahkan masyarakat Dusun Sape Kawasan Utara.

Kemudian terkait panjang jalan lingkungan yang dijadikan perhatian, yakni sekitar 300 meter. Itupun anggarannya diestimasikan dibawah Rp 200 juta. Disperkim NTB juga akan mengupayakan anggaran tersebut diusulkan melalui APBD Perubahan mendatang.

Untuk diketahui pula, dikesempatan itu Gubernur NTB juga memberikan bantuan berupa modal usaha untuk mendirikan warung kopi sebesar Rp 10 juta. Kemudian modal untuk beberapa usaha perorangan Rp 5 juta, hingga bantuan seragam dan alat olahraga. (red)