Beranda PEMERINTAHAN Sempat Ditunda, Desa Lape Sudah Bisa Cairkan DD

Sempat Ditunda, Desa Lape Sudah Bisa Cairkan DD

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Setelah sebelumnya sempat ditunda, akhirnya Desa Lape, Kecamatan Lape sudah bisa mencairkan Dana Desa (DD) tahun 2019 ini.

Pencairan DD desa setempat sudah mendapat rekomendasi dari Inspektorat, karena sudah menyelesaikan temuan di tahun sebelumnya.

“Berdasarkan surat dari Inspektorat ke Pak Bupati, bahwa Lape itu sudah menyelesaikan temuan Inspektorat yang menjadi tanggung jawabnya. Sehingga sudah bisa dicairkan untuk dana desanya tahap pertama dan tahap kedua. Tapi dia sedang berproses, karena dia juga harus memasukkan persyaratan  pencairan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa, Varian Bintoro, Jum’at lalu.

Berita Terkait:  Optimalisasi PAD, Kepala Daerah Se-NTB Tandatangani Kesepakatan Bersama

Menurutnya, rekomendasi pencairan ini sudah disampaikan  sejak minggu yang lalu. Dengan demikian, semua desa sudah bisa mencairkan dana desa di Sumbawa.

“Minggu yang lalu kalau diselesaikan (temuan). Karena suratnya Pak Inspektur  juga seminggu yang lalu kepada Pak Bupati. Jadi sudah semua desa bisa mencairkan dana desa,” terangnya.

Terhadap penggunaan dana desa, kata Varian, pihaknya tetap melakukan evaluasi dan membenahi kekurangan-kekurangan yang ada.

Di mana penggunaan dana desa tahun ini juga lebih ketat pengawasannya. Baik terhadap pelaksanaan kegiatan di desa maupun pembayaran pajak.

Berita Terkait:  Ini Wilayah yang Disarankan Lakukan Vaksinasi Berkala

Desa mencairkan dananya harus disertai dengan SPP (Surat Perintah Pembayaran) dilengkapi dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya).

“Alhamdulillah semakin tahun ke tahun itu ke arah yang lebih baik kalau saya lihat. Seperti tahun 2019, desa untuk mengambil anggaran harus punya SPP dilengkapi dengan RABnya. Dia (desa) ngambil di bank, harus menggunakan SPP kepala desa. Jadi berapa yang diperlukan saja yang diambil. Sesuai dengan kebutuhannya yang diambil. Sehingga kita bisa mengontrol. Kalau dulu diambil semua baru diatur penggunaannya. Itu biasanya yang tidak sesuai,” tukasnya. (NM3) 

Berita Terkait:  Tingkatkan ke Konvensional, Pembangunan Jembatan Melung Gunakan Anggaran Rp 3,9 Miliar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here