Beranda PEMERINTAHAN Semangat Gotong Royong Kunci Wujudkan Sumbawa Gemilang

Semangat Gotong Royong Kunci Wujudkan Sumbawa Gemilang

BERBAGI
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS NTB, Sambirang Ahmadi.

SUMBAWA — Harapan besar di kepemimpinan H Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany (Mo-Novi)-Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa yang baru adalah mewujudkan Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban.

Namun rentang waktu pada masa jabatan Mo-Novi tidak seperti kepala daerah sebelumnya memimpin hingga 5 tahun. Sedangkan saat ini mereka dihadapkan dengan masa kerja terbilang cukup singkat, yakni sekitar 3,5 tahun.

Belum lagi hal yang hingga kini masih menjadi “PR” bagi semua daerah bahkan dunia. Yaitu hadirnya pandemi COVID19, yang masih membutuhkan perhatian extra untuk disikapi pemerintah.

Lantas apakah pandemi COVID19 dan masa kerja yang terbilang singkat itu akan jadi penghalang dan harapan tersebut dikepemimpinan mereka mampu diwujudkan?

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS NTB-Sambirang Ahmadi mengaku optimis, Mo-Novi mampu merealisasikan hal tersebut melalui programnya. “Sangat optimis Mo-Novi mampu merealisasikan program unggulannya,” ujarnya, Senin (3/5).

Untuk mewujudkan itu, menurut dia, tidak ada yang tidak bisa jika dilakukan dengan bersama-sama dalam bersinergi. “Nggak ada yang nggak bisa, sepanjang kepala daerah bupati/wakil bupati aktif membangun kolaborasi,” kata pria yang kerap disapa ustadz Sam ini.

Berita Terkait:  BKN Terbitkan Ketentuan Pelantikan Pejabat Lewat Telekonferensi

Oleh karenanya, Mo-Novi diharapkan mampu membangun kolaborasi yang maksimal. Tak hanya itu, kata Sambirang, Bupati/Wakil Bupati Sumbawa harus cakap melihat dan menjemput peluang.

Sehingga, masih kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD NTB ini, Mo-Novi harus mengkapitalisasi seluruh sumber daya dan jangan bergantung dengan APBD Sumbawa yang dinilainya sangat terbatas.

“Sumber daya inikan ada juga APBD Provinsi dan APBN. Nah, ini harus dijemput, sehingga menjadi penting harus berkolaborasi,” ungkap Sambirang Ahmadi.

“Kemudian ada juga korporasi-korporasi seperti CSR dan segala macam. Itu bisa, yang penting cara menyentuh mereka itu. Intinya, harus mampu melihat peluang dan pastinya ada take and give lah,” imbuhnya.

Pemerintah, sambung Pimpinan Fraksi PKS di Udayana itu menegaskan, bahwa dalam hal ini juga seharusnya mendukung korporasi yang ada tumbuh berkembang dengan baik dan benar.

Berita Terkait:  Hj Rohmi : Saya Bangga, Perempuan NTB Ternyata Hebat!

“Buat korporasi itu dijamin. Jadi mereka juga akan memberikan feedback melalui CSR-nya membantu masyarakat (Kabupaten Sumbawa),” ucap Sambirang Ahmadi.

“Jadi sebetulnya tidak ada yang tidak bisa. Maka dari itu, semangat kegotong royongan itu harus tetap digiatkan oleh kepala daerah. Karena gotong royong itu lahir dalam situasi sumber daya yang terbatas. Ketika kecil berkumpul, akan menjadi banyak. Kita bisa menyelesaikan banyak masalah. Jadi COVID19 bukan alasan,” demikian Anggota DPRD NTB asal Dapil V Sumbawa-KSB ini menambahkan.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sumbawa-Dewi Noviany menegaskan bahwa COVID19 maupun persoalan waktu yang terbilang singkat bukanlah suatu penghalang untuk tidak merealisasikan sejumlah program Mo-Novi.

Dia pun menilai tidak ada hal yang berat atau sulit manakala dilakukan secara bersama, yakni bersinergi dengan semua pihak. “Tidak ada yang berat. Yang penting, bersinergi dan kolaborasi,” ungkap Wabup Sumbawa yang kebetulan sedang berada di Kota Mataram, kemarin.

Berita Terkait:  12 Orang Mendaftar Jadi Dirut PDAM Sumbawa

Novi kerap Wabup disapa, silaturahmi dan komunikasi aktif menjadi point penting dalam menyikapi hal tersebut. Terutama mewujudkan apa yang menjadi harapan bersama, yakni Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban melalui program unggulan.

“Komunikasi, silaturahim yang terpenting dapat selalu terjaga. Jadi ketika kita melakukan semua hal dengan bersama-sama, maka Insya Allah (terwujud, red),” ucapnya.

Orang nomor dua di Kabupaten Sumbawa itu juga mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi fokus saat ini. Antara lainnya soal COVID19, penataan kota, termasuk penerangan dan lainnya.

“Prioritas tetap (menyikapi) COVID19 dulu. Kemudian penataan kota, minimal cantik-cantik sedikit. Kalau yang tadinya kering, maka perlu ditumbuhi atau penghijauan,” kata Novi.

“Bukan itu saja, termasuk penerangan juga seperti lampu-lampu. Masa Lombok Cemerlang, kalau saya sih Gemilang disana (Kabupaten Sumbawa, red),” tutup Wakil Bupati Sumbawa. (red)