Beranda PEMERINTAHAN Puskesmas Ropang Belum Tuntas

Puskesmas Ropang Belum Tuntas

BERBAGI

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Hingga kini, ada dua proyek di Kabupaten Sumbawa yang pengerjaannya belum tuntas dilakukan. Yaitu Pembangunan Puskesmas Ropang dan Dermaga Medang.

Kedua proyek tersebut merupakan proyek tahun 2019 yang dilakukan perpanjangan kontrak dengan pemberlakuan denda. Sementara ini pelaksana masih mengejar pengerjaan di sisa waktu perpanjangan kontrak.

Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Usman Yusuf  yang dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut. Dari 11 proyek yang sebelumnya dilakukan perpanjangan kontrak, sembilan diantaranya sudah tuntas. Sedangkan dua lainnya yakni Dermaga Medang dan Puskesmas Ropang sedang dalam proses pengerjaan.

Berita Terkait:  DKP NTB Tegaskan Tidak Ada Pencairan JPS yang Ruwet

“Dari paket-paket tersebut Alhamdulillah 9 sudah selesai. Seperti Pasar Seketeng, Jaringan Irigasi Orong Monyeng, RTH Utan, tiga paket sumur bor, dan tiga puskesmas.  Sisanya dua yaitu Dermaga Bugis Medang dan Puskesmas Ropang masih dalam proses pengerjaan,” ujarnya.

Diungkapkannya, dari konfirmasi yang dilakukan, progres Puskesmas Ropang sekitar 70 persen. Material sudah berada di lokasi, dan dibutuhkan kerja ekstra dari pelaksana dan unsur-unsur terkait lainnya untuk memastikan material sudah terpasang dengan baik.

Kemudian ketersediaan tenaga kerja juga harus menjadi pertimbangan utama. Sedangkan terkait permasalahan non teknis diharapkan pihak terkait terutama Dinas Kesehatan memberikan atensi khusus.

Berita Terkait:  Dana Bantuan Gempa di Sumbawa Terhambat, Ternyata Ini Masalahnya…!

Sedangkan Dermaga Bugis Medang, terakhir progresnya sekitar 85 persen. Semua material sudah ada di lokasi dan sudah dilakukan perakitan. Selain itu tukang juga sudah stanby di lokasi. Sehingga diyakini dapat terselesaikan.

“Masih ada waktu yang tersisa dari perpanjangan kontrak. Kalau Ropang sampai 22 Februari, sementara Dermaga Medang juga hampir mirip seperti itu. Sampai saat ini kita masih tetap optimis dapat diselesaikan,” terangnya.

Pihaknya optimis, kata Usman, karena kontraktor di lapangan juga berkomitmen untuk menyelesaikan. Optimisme ini juga disampaikan oleh kepala dinas masing-masing  dalam rapat koordinasi terakhir yang digelar belum lama ini. Mengingat jika tidak diselesaikan sesuai batas waktu perpanjangan, maka konsekuensi bagi kontraktor yakni dilakukan pemutusan kontrak.

Berita Terkait:  Selamat, Lombok Utara Raih WTP ke 6 

“Itu tidak kita harapkan. Progresnya selama yang kita pantau dan laporan dari kepala dinasnya, sedang pendampingan melakukan pengawasan dan usaha-usaha untuk memastikan bahwa proyek itu berjalan. Karena kita mengedepankan apa yang menjadi tuntutan masyarakat atau program pemerintah. Sehingga nanti pemanfaatannya itu bisa maksimal dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (red)