Beranda PEMERINTAHAN Proyek Dermaga Pulau Medang Segera Dilelang

Proyek Dermaga Pulau Medang Segera Dilelang

BERBAGI
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa, Drs. Abdul Aziz, M.Si

NUSRAMEDIA.COM, SUMBAWA — Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa segera menyerahkan dokumen proyek pembangunan dermaga Pulau Medang ke Bagian Layananan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJP) Setda Sumbawa. Hal ini agar proyek senilai Rp 11 miliar tersebut bisa dilakukan pelelangan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa, Drs. Abdul Aziz M.Si mengatakan, detail engineering desing (DED) atas perencanaan dermaga Pulau Medang sudah selesai, bahkan telah diekspose dengan TP4D, Inspektorat, Bappeda dan Dinas PUPR. Selanjutnya tinggal menyerahkan dokumen tender ke LPBJP Setda Sumbawa.

Berita Terkait:  NTB Menuju Industrialisasi Produk Kehutanan

“Insya Allah tanggal 8 besok masuk ke LPBJP untuk lelangnya,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/5).

Diungkapkannya, anggaran pembangunan dermaga Pulau Medang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 11 miliar, melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tansmigrasi RI. Lokasi pembangunannya sendiri direncanakan berada diantara Desa Bugis Medang dan Bajo Medang yang ada di Pulau Medang.

Jika proses lelang sudah mendapatkan perusahaan pemenang, lanjutnya, maka dalam pelaksanaannya Dishub selaku dinas teknis tetap melakukan pengawasan dalam rangka mempercepat proses pelaksanaannya. Ini juga sebagai tindaklanjut dari seruan Bupati untuk menuntaskan pekerjaan harus di tahun ini.

Berita Terkait:  Rapat Paripurna DPRD NTB Dipersingkat

“Karena intruksi pak Bupati bagaimana progress pembangunan itu harus selesai pada tahun ini, tidak boleh tunggakan pekerjaan tahun ini dikerjakan di tahun  selanjutnya. Harus tuntas,” jelasnya.

Dengan terbangunnya dermaga Pulau Medang, diharapkan dapat melancarkan aktivitas masyarakat setempat. Termasuk meningkatkan perekonomian, karena dermaga yang ada saat ini masih belum representatif.

“Dermaganya ada tetapi sifatnya dibangun desa, masih sederhana belum resperentatif seperti yang kita bangun ini. Kan terbatas nyandar kapal. Kalau misalnya ini kita bangun karena ini kan kita bangun di tengah-tengah dua desa di Pulau Medang. Artinya bisa mengcuffer kedua desa tersebut. Di tengah posisinya. Termasuk juga dapat mendukung penyadaran kapal cepat yang sudah beroperasi,” tukasnya. (NM3)

Berita Terkait:  Doktor Zul : Mari Gunakan Medsos dengan Bijak